Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pantura Jateng Rob Tinggi, Kepala Daerah Diminta Segera Bertindak

Rob melanda beberapa daerah di Pantura Jateng dikarenakan cuaca yang buruk.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  14:26 WIB
Foto udara kondisi banjir rob di Slamaran, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2020). Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, sekitar 80 persen wilayah Pekalongan Utara di tujuh kelurahan terdampak banjir rob dengan ketinggian antara 10-50 centimeter yang menyebabkan beberapa warga mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disediakan. - Antara/Harviyan Perdana Putra
Foto udara kondisi banjir rob di Slamaran, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (3/6/2020). Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, sekitar 80 persen wilayah Pekalongan Utara di tujuh kelurahan terdampak banjir rob dengan ketinggian antara 10-50 centimeter yang menyebabkan beberapa warga mengungsi ke tempat pengungsian yang telah disediakan. - Antara/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, SEMARANG - Bencana rob melanda sejumlah daerah di Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Ratusan rumah tergenang limpahan air laut, mulai Brebes, Tegal, Pekalongan hingga Demak.

Adapun dari data BMKG, gelombang tinggi memang menghantam beberapa daerah di Pantura Jawa. Gelombang tinggi diprediksi akan terjadi hingga 6 Juni nanti dengan tinggi gelombang laut mencapai 4 meter.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta semua Bupati/Wali Kota yang terdampak untuk segera bertindak. Penyelamatan jiwa manusia dan melakukan tindakan darurat menjadi fokus utama.

"Saya minta semua Bupati/Wali Kota yang daerahnya terkena rob untuk turun semuanya. Kami dari Provinsi juga akan membantu. Kita butuh kerja sama untuk menyelamatkan orangnya, sambil melakukan tindakan-tindakan darurat," kata Ganjar, Kamis (4/6/2020).

Ganjar mengatakan, rob melanda beberapa daerah di Pantura Jateng dikarenakan cuaca yang buruk. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, bahwa saat ini masuk musim pancaroba sehingga gelombang laut cukup tinggi.

"Gelombangnya sekarang tinggi, sehingga air laut masuk ke darat. Ini karena masuk musim pancaroba," terangnya.

Tindakan darurat lanjut Ganjar terus disebut saat ini. Meskipun sebenarnya, rencana penanggulangan sistematis rob kawasan pesisir Pantura Jateng sudah dilaksanakan.

"Misalnya di daerah Pekalongan itu, kan dibuat tanggul raksasa yang dulu rencananya selesai dalam satu tahun anggaran. Kalau tidak salah anggarannya Rp90 miliar. Tapi karena covid-19, Kementerian melakukan refocusing anggaran dan saat ini proyek itu dilaksanakan dengan mekanisme multiyears," ujarnya.

Pihaknya lanjut Ganjar juga sudah menggelar rapat tentang rencana kelanjutan proyek itu. Dinas terkait diminta segera bertemu dengan BBWS untuk tindak lanjut proyek itu.

"Karena BBWS yang punya proyek itu, kami hanya suporting saja. Saya harap proyek segera dilanjutkan kembali," imbuhnya.

Untuk itu, tindakan darurat adalah cara yang bisa dilakukan saat ini. Masyarakat yang terdampak harus benar-benar diselamatkan dan diamankan.

"Kami sudah kirim bantuan, bahkan Bupati/Wali Kota sudah mengusulkan untuk mengeluarkan stok bantuan yang ada dan saya izinkan," tegasnya.

Akibat bencana itu, Ganjar mengatakan ada sejumlah masyarakat yang mengungsi. Ia menegaskan bahwa sudah mengirimkan bantuan kepada para pengungsi itu.

"Saya juga meminta agar penerapan protokol kesehatan melekat dalam penanganan para pengungsi. Semua yang mengungsi harus diatur, saya sudah sampaikan khususnya pada Kepala BPBD wilayah-wilayah itu," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng pantura
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top