Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Normal Baru Candi Borobudur Juara Inovasi Daerah

Sejumlah kabupaten/kota di Jateng juga memenangi penghargaan ini, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Banyumas, Kebumen, dan Kabupaten Tegal.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  13:52 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri. - Ist
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri. - Ist

Bisnis.com, SEMARANG - Upaya Pemprov Jawa Tengah dalam prakondisi obyek wisata Candi Borobudur menuju tatanan normal baru diapresiasi pemerintah pusat.

Senin (22/6/2020), bertempat di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai Juara 1 Lomba Inovasi Daerah Dalam Tatanan Normal Baru di Sektor Tempat Wisata - klaster provinsi.

Dalam lomba yang digelar Kementerian Dalam Negeri ini, Jawa Tengah berhasil mengungguli Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, yang masing-masing menempati posisi juara 2 dan 3.

Jawa Tengah juga meraih predikat Juara 1 di sektor Transportasi Umum, mengungguli Bali dan Kalimantan Tengah, serta Juara 3 sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu, menyusul Sulawesi Tengah dan Kalimantan Utara.

Sejumlah kabupaten/kota di Jateng juga memenangi penghargaan ini, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Banyumas, Kebumen, dan Kabupaten Tegal.

Meski mendapat penghargaan prakondisi di Candi Borobudur, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan belum akan membuka semua obyek wisata di wilayahnya. Dia mengatakan, pembukaan obyek wisata harus mengikuti kondisi dan ketentuan yang disyaratkan oleh Gugus Tugas Covid-19.

“Belum (dibuka). Tidak boleh diartikan seperti itu. Kita harus lihat grafiknya (kasus Covid-19) yang mulai turun, melandainya cukup drastis, melantainya cukup panjang dan ada konsistensi waktu minimal 14 hari,” kata Ganjar melalui siaran persnya.

Selain itu, Ganjar menambahkan, pemerintah daerah dan pengelola obyek wisata juga harus menyiapkan infrastruktur sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan covid-19, termasuk menyiapkan arus transportasi dan alur kunjungan calon wisatawan.

“Termasuk kita harus mengajak mereka yang berdagang di sekitarnya, seperti pedagang suvenir dan rumah makan, untuk ikut menata. Kemarin beberapa kali kami tes di beberapa tempat, masyarakat belum terbiasa jaga jarak, dan ketika istirahat pasti berkerumun. Yang begitu itu masih perlu harus dilakukan sosialisasi,” tandasnya.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, yang hadir dalam acara ini secara virtual mengatakan, inovasi dan kreativitas dibutuhkan agar kegiatan ekonomi produktif tetap berjalan namun tetap aman di tengah Covid-19.

“Harus dipastikan kondusif selain kegiatan ekonomi harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, di samping juga penyediaan layanan dan sistem kesehatan untuk menangani Covid-19, kemampuan melakukan pelacakan (tracing) dan perubahan perilaku masyarakat yang tidak bisa ditawar dalam kondisi tatanan baru tersebut,” ujar Ma’ruf.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan lomba ini digelar dalam empat klaster, meliputi klaster provinsi, kabupaten, kota, dan kabupaten perbatasan atau tertinggal. Tito berharap lomba ini menjadi model percontohan bagi pemerintah daerah lainnya serta untuk masyarakat dalam mengupayakan tatanan produktif yang aman di tengah Covid-19.(K28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top