Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Reaktif Rapid Test, 9 Pedagang Pasar Bantul Ternyata Negatif Covid-19

Sebanyak 9 pedagang Pasar Bantul Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang dinyatakan reaktif saat rapid test, ternyata negatif Covid-19 saat menjalani tes PCR (Polymeras Chain Reaction).
Jumali
Jumali - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  13:50 WIB
Rapid test Covid-19 secara massal dilakukan terhadap pedagang di pasar rakyat Bantul - ANTARA/Hery Sidik
Rapid test Covid-19 secara massal dilakukan terhadap pedagang di pasar rakyat Bantul - ANTARA/Hery Sidik

Bisnis.com, BANTUL - Sebanyak 9 pedagang Pasar Bantul Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) yang dinyatakan reaktif saat rapid test, ternyata negatif Covid-19 saat menjalani tes PCR (Polymeras Chain Reaction).

Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul menyatakan Pasar Bantul aman dikunjungi. Meski sempat dinyatakan reaktif pada tes cepat massal, sembilan pedagang di pasar tersebut dinyatakan negatif Covid-19 seusai tes usap (swab).

Kepala Disdag Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengaku lega dengan hasil tes usap sembilan pedagang di Pasar Bantul. “Artinya pedagang dan pembeli bisa lebih nyaman melakukan kegiatan di tempat tersebut. Mereka pun tidak perlu waswas, karena hasil tes usap juga sudah keluar dan menyatakan negatif,” kata Sukrisna, Rabu (1/7/2020).

Kendati demikian, saat ini masih ada tiga pedagang lainnya yang masih menunggu hasil tes usap. Sukrisna mengatakan seusai rapid test terhadap pedagang Pasar Bantul beberapa waktu lalu, Disdag Bantul langsung menyemprotkan disinfektan ke seluruh wilayah Pasar Bantul.

“Ini juga kami lakukan ke pasar lainnya. Kami memang ada penyemprotan rutin. Selain mencegah kemungkinan penularan Covid-19, langkah ini kami harapkan mampu menambah rasa nyaman pedagang dan pengunjung,” terang Sukrisna.

Disdag juga terus mengingatkan ke pedagang dan pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan. Disdag memasang tempat cuci tangan di beberapa pasar dan terus menyosialisasikan kewajiban memakai masker. “Kami ingatkan juga pengunjung dan pedagang untuk cuci tangan. Di Pasar Bantul sendiri sudah ada setidaknya tiga wastafel yang kami pasang,” ungkap Sukrisna.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengatakan jawatannya tidak mengeluarkan rekomendasi agar pusat perbelanjaan untuk ditutup. Jika ada pedagang pasar yang dinyatakan positif covid-19, kegiatan di pasar akan dihentikan sementara untuk dilakukan desinfektasi.

Dinkes akan melakukan koordinasi dengan petugas di puskesmas sebagai tindak lanjut dari rencana pelaksanaan RDT di seluruh pasar wilayah Bantul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bantul covid-19 rapid test

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top