Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 di Soloraya Mendekati 1.000 Kasus, Begini Persebarannya

Kasus positif Covid-19 di Soloraya pada Jumat (24/7/2020) mencapai 992 kasus.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  14:17 WIB
Petugas pasar berkeliling dengan membawa poster himbauan untuk mengenakan masker saat kegiatan Ronda Masker di Pasar Harjodaksino, Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020). Setelah ditutup selama sepekan akibat salah satu pedagang terkonfirmasi positif Covid-19, Pasar Harjodaksino mulai dibuka kembali dengan memperketat protokol kesehatan dan razia penggunaan masker bagi pedagang dan pengunjung pasar. - Antara/Mohammad Ayudha
Petugas pasar berkeliling dengan membawa poster himbauan untuk mengenakan masker saat kegiatan Ronda Masker di Pasar Harjodaksino, Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020). Setelah ditutup selama sepekan akibat salah satu pedagang terkonfirmasi positif Covid-19, Pasar Harjodaksino mulai dibuka kembali dengan memperketat protokol kesehatan dan razia penggunaan masker bagi pedagang dan pengunjung pasar. - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, SOLO — Kasus positif Covid-19 di Soloraya pada Jumat (24/7/2020) mencapai 992 kasus. Dalam sehari terakhir, lonjakan pasien positif Covid-19 tertinggi terjadi di Wonogiri dengan 38 kasus.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri, Joko Sutopo (Jekek), kepada wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (24/7/2020), menjelaskan dari penambahan pasien itu, 29 orang merupakan nakes di RSUD Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Sedangkan 11 orang lainnya berasal dari klaster Pondok Pesantren Sempon, Jatisrono, Wonogiri. Mereka adalah orang-orang yang melakukan kontak erat dengan Ustaz Z yang sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Sedangkan di Kota Solo lonjakan pasien positif Covid-19 sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Terjadi lonjakan pasien positif Covid-19 lebih dari 100 persen di Solo.

Terakhir ada dua pasien suspek yang sudah meninggal ternyata diketahui positif Covid-19. Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan keduanya meninggal dunia pada Rabu (22/7/2020) petang.

Selain tambahan dua pasien meninggal tersebut, pihaknya juga mencatatkan tiga kasus lain dari masyarakat umum. Mereka adalah pasien suspek yang hasil uji swabnya terkonfirmasi positif. Di Kota Solo, salah satu klaster terbesar adalah tenaga kesehatan dan pedagang tahu kupat di Purwosari.

Daerah lain di Soloraya yaitu Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Karanganyar, dan Sragen juga mengalami penambahan pasien positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Berikut perincian pasien positif Covid-19 di Soloraya berdasarkan data di laman resmi pemerintah daerah masing-masing dan keterangan pers dari gugus tugas Covid-19.

Kota Solo
Sembuh: 96 orang
Karantina mandiri: 57 orang
Rawat inap: 68 orang
Meninggal: 7 orang
Total: 228 orang

Sukoharjo
Isolasi mandiri: 62 orang
Rawat inap di RS: 31 orang
Rawat di rumah sehat: 10 orang
Sembuh dan selesai isolasi mandiri: 92 orang
Meninggal: 10 orang
Total: 205 orang

Boyolali
Dirawat: 82
Sembuh: 69 orang
Meninggal: 4 orang
Total: 155 orang

Karanganyar
Sembuh: 75 orang
Meninggal: 4 orang
Dalam perawatan: 43 orang
Total: 122 orang

Klaten
Positif: 53 orang
Sembuh: 52 orang
Meninggal: 6 orang
Total: 111 orang

Wonogiri
Dirawat di RS: 9 orang
Karantina khusus: 63 orang
Sembuh: 24 orang
Meninggal: 4 orang
Total: 100 orang

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng solo soloraya

Sumber : Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top