Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Beralih ke KI Batang, Ekonom : Ini Faktor Kesiapan Lahan

Persoalan kesiapan lahan menjadi masalah utama beralihnya daya tarik investor ke KI Batang.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  15:30 WIB
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Diah Natalisa (kanan) didampingi Bupati Batang Wihaji (keempat kanan) berkunjung ke Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020). Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menyatakan bersiap untuk mempermudah segala kepengurusan perizinan terkait perusahaan yang akan berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Kabupaten Batang dengan luas lahan sekitar 4.000 hektare. - Antara/Harviyan
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Diah Natalisa (kanan) didampingi Bupati Batang Wihaji (keempat kanan) berkunjung ke Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2020). Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah menyatakan bersiap untuk mempermudah segala kepengurusan perizinan terkait perusahaan yang akan berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Kabupaten Batang dengan luas lahan sekitar 4.000 hektare. - Antara/Harviyan

Bisnis.com, SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah mengambil opsi menggaet investor dalam menununjang pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah pembukaan Kawasan Industri (KI) di beberapa wilayah di Jateng, yaitu Brebes, Batang, dan Kendal.

Salah satu KI yang digadang akan berkembang adalah Brebes. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga investor beralih ke KI Batang.

Ekonom Universitas Diponegoro (Undip), Wahyu Widodo menyebut bahwa persoalan kesiapan lahan menjadi masalah utama beralihnya daya tarik investor ke KI Batang.

"Saya kira akar masalahnya 'klasik', yaitu soal kesiapan lahan. Padahal lahan adalah syarat utama sebuah kawasan. Ini selalu terjadi bahkan hampir di semua proyek yang memerlukan pembebasan lahan," ucap Wahyu Widodo kepada Bisnis Rabu (12/8/2020).

Wahyu menambahkan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menyebut Kawasan Indutri Batang yang lebih siap dengan kesiapan lahan.

"Maka wajar jika kemudian investor akan memilih Batang. Dengan seperti ini Brebes kehilangan momentum untuk menjadi tujuan investasi," tambahnya.

Alasan lain adalah secara geografis Batang lebih dekat dengan Kendal dan Semarang dan dekat Pelabuhan. "Meskipun di Brebes ada Patimban tetapi sampai saat ini juga belum selesai. Saya kira wajar jika rasionalitas investor memilih Batang," tambahnya.

Wahyu menyarankan Pemprov Jateng tetap fokus pada penyelesaian masalah lahan di Brebes dan menarik investor dalam waktu dekat tentu perlu insentif khusus di Brebes.

"Kawasan ini akan berkembang seiring dengan penuhnya kapasitas di Kawasan Industri Batang dan beroperasinya secara penuh pelabuhan Patimban," tegasnya.

Di sisi lain, yang perlu menjadi catatan terkait dengan perencanaan pembukaan kawasan industri itu sendiri. Brebes dan Batang yang berlokasi di Pantura, sebenarnya dengan demand yang ada saat ini, kedua Kawasan Industri tersebut saling menjadi kompetitor.

"Kasusnya akan berbeda ketika salah satu dari kawasan industri tersebut dikhususkan untuk sektor tertentu," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng batang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top