Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabar Mahasiswa Undip Bayar Uang Pangkal Rp87 Miliar, Ini Faktanya

Informasi tabg viral di Twitter menyebutkan salah satu calon mahasiswa yang lolos seleksi ujian mandiri (UM) harus membayar uang pangkal yang nilainya mencapai Rp87 miliar.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 23 Agustus 2020  |  01:43 WIB
Universitas Diponegoro
Universitas Diponegoro

Bisnis.com, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang membantah kabar ada mahasiswa baru yang membayar uang pangkal hingga Rp87 miliar.

Informasi itu tersebar di jejaring media sosial Twitter melalui akun @mahasiswaYUJIEM. Cuitan tersebut bahkan sempat menjadi viral atau trending topic di Twitter dengan kata kunci "Undip" dan "87 M".

Dalam cuitan itu menyebutkan salah satu calon mahasiswa yang lolos seleksi ujian mandiri (UM) harus membayar uang pangkal yang nilainya mencapai Rp87 miliar.

Menanggapi hal itu Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis Undip, Dwi Cahyo Utomo, mengatakan berita tersebut tidak benar atau hoaks.

"Sehubungan dengan hal itu, dengan ini kami sampaikan jika Undip tidak mengenal istilah uang pangkal," ujar Dwi Cahyo dalam keterangan pers, Sabtu (22/8/2020).

Cahyo menambahkan dalam menetapkan biaya pendidikan dan Sumbangan Pendidikan Institusi (SPI), Undip tetap berpedoman pada ketentuan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 25/2020.

Cahyo juga menerangkan terdapat tiga jalur seleksi Ujian Mandiri (UM) S1 Undip. Ketiga jalur itu yakni jalur reguler, jalur kemitraan, dan jalur yang diberikan bagi golongan tidak mampu, atau pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Sehingga pada seleksi UM S1 tahun ini yang telah diumumkan Jumat [21/8/2020] pukul 21.00 WIB, ada yang berbeda dari tahun sebelumnya. Yakni Undip menerima calon mahasiswa jalur UM S1 dari keluarga kurang mampu atau pemegang KIP," imbuhnya.

Selain itu, Cahyo juga menyebut format kartu bukti kelulusan yang di-posting di twitter tidak sesuai dengan yang dikeluarkan Undip. "Sehingga kami tegaskan berita uang pangkal Rp87 miliar untuk jalur kemitraan itu tidak benar," tegas Cahyo.

Terpisah, Kepala Sub Bagian UPT Humas dan Media Undip, Utami Setyowati, mengatakan akan mengambil langkah hukum terkait berita hoaks tersebut.

"Undip merasa dirugikan terhadap berita ini. Kami akan proses hukum apabila sudah ada bukti pemilik akun twitter yang mem-posting informasi yang tidak benar," ujar Utami.

Utami meminta publik tidak langsung percaya dengan informasi terkait biaya pendidikan Undip yang tersebar di media sosial dari sumber yang tidak jelas.

"Informasi resmi untuk program studi dan biaya pendidikan di Undip dapat diakses di laman um.undip.ac.id," ujar Utami.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

undip cek fakta

Sumber : Solopos

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top