Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sawah di Magelang Miliki Daya Pikat, Pejabat hingga Artis Tertarik Berkunjung

Tempat wisata Svarga Bumi kini viral di media sosial .
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  17:53 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama istrinya Siti Atiqoh saat mengunjungi Svarga Bumi Magelang. - Ist
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama istrinya Siti Atiqoh saat mengunjungi Svarga Bumi Magelang. - Ist

Bisnis.com, MAGELANG - Biasanya sawah identik dengan petani. Dengan pakaian lusuh penuh lumpur, mereka sehari-hari berjibaku menanam padi dan tanaman lainnya sehari-hari.

Tapi tidak di Magelang, Jawa Tengah. Di tempat ini, ada sawah yang tidak hanya dikunjungi petani, tapi selalu ramai oleh wisatawan. Mulai artis, pejabat hingga kalangan millenial, semuanya ramai-ramai berkunjung ke tempat itu.

Adalah Svarga Bumi, sawah yang naik kelas menjadi destinasi wisata unggulan di Magelang. Sejak dibuka pada 8 Agustus 2020 lalu, Svarga Bumi menjadi sawah yang ramai dikunjungi wisatawan dan viral di media sosial.

Konsep wisata alam yang diusung di tempat itu sangat menarik. Di tengah-tengah sawah, dibuat banyak spot foto yang instagramable. Selain itu, lokasinya yang hanya 300 meter dari Candi Borobudur, membuat lokasi itu begitu eksotis. Orang bisa berfoto dengan background persawahan juga Candi Borobudur.

Selain bisa berfoto ria, para pengunjung juga bisa melihat aktivitas petani yang sibuk menggarap sawahnya setiap hari. Seperti tidak terusik dengan ramainya pengunjung, para petani itu tetap santai menggarap sawahnya.

"Tema Svarga Bumi adalah pelestarian alam dengan nilai tambah. Jadi, kami tetap mempertahankan sawah sebagai tempat bercocok tanam, dan memberikan nilai tambah dengan mendatangkan wisatawan," kata penggagas Svarga Bumi, Putranto Cahyono, Minggu (30/8/2020).

Pungky, sapaan akrab Putranto mengatakan, destinasi wisata itu ia konsep sejak Juli 2019 lalu. Karena tak ingin hanya Borobudur yang menjadi jujugan wisatawan, ia memutar otak dengan mengembangkan destinasi baru. Dengan tetap mempertahankan Candi Borobudur sebagai ikon, ia menyulap sawah yang biasanya hanya untuk bercocok tanam menjadi destinasi wisata unggulan.

"Sawah-sawah ini masih 100 persen milik petani, jadi kami menyewa sawah ini kepada mereka. Tapi, mereka tetap bisa menggarap sawahnya, bahkan kami suplai keperluan mereka, mulai air, pupuk hingga bibit bagi petani untuk terus menanam di sini. Saat panen, kami tidak meminta sedikitpun hasilnya," jelasnya.

Dengan kerja sama itu, para petani tidak dirugikan dengan aktivitas destinasi wisata yang ada di sana. Justru, mereka menjadi lebih produktif, karena pengairan, bibit serta pupuk disuplai oleh pengelola.

"Ada 30 an petani yang memiliki lahan seluas empat hektare ini. Semuanya tetap bisa bekerja seperti biasanya, dan itu yang menjadi nilai tambah pariwisata ini karena terlihat alami," jelasnya.

Untuk menikmati wisata di Svarga Bumi, pengunjung lanjut Pungky dipungut tiket masuk Rp25.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak. Tempat wisata itu buka setiap hari, kecuali hari Kamis.

"Kami ada sehari waktu libur, yakni setiap Kamis. Tapi kalau Kamis itu pas tanggal merah, kami tetap buka. Setiap hari, sekitar 200 san pengunjung yang datang ke sini," ucapnya.

Tempat wisata Svarga Bumi yang kini viral di media sosial itu juga menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Saat mengikuti ajang Tour de Borobudur, Ganjar menyempatkan mampir ke Svarga Bumi.

Tak hanya mengajak istri dan rombongan sepedanya, Ganjar juga mengajak artis nasional, Nirina Zubir dan suaminya, Ernest. Mereka begitu menikmati konsep wisata yang unik dan jarang ditemui di tempat lain, apalagi lokasinya dekat dengan Borobudur.

"Ini kreatif sekali, mas Pungky dengan kejeliannya ternyata bisa membangun tempat seindah ini. Ini memiliki dua kelebihan, selain membangun destinasi wisata yang unik dan menarik serta mengikuti tren, cara bekerjanya juga menarik karena bekerjasama dengan petani. Jadi dia nyewa lahan dari petani, tapi petaninya tetap bisa menggarap sawahnya," kata Ganjar melalui siaran persnya.

Ganjar optimis tempat itu akan semakin ramai dikunjungi wisatawan. Ganjar berpesan, agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan agar semuanya aman.

"Juga nanti bisa dikembangkan, tidak hanya foto, tapi pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman bertani. Apakah ikut nanam padi, membajak sawah, mencangkul dan sebagainya. Itu sesuatu yang sangat menarik," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata jateng
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top