Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gemolong Pemasok Terbesar Daging Anjing Soloraya, Bisa 10.800 Ekor Perbulan

Sembilan pengepul di Gemolong itu bisa mendapatkan 8.100 hingga 10.800 ekor anjing/bulan.
Moh Khodiq Duhri
Moh Khodiq Duhri - Bisnis.com 27 September 2020  |  14:56 WIB
Ilustrasi penyuntikan anjing. - Antara
Ilustrasi penyuntikan anjing. - Antara

Bisnis.com, SRAGEN – Kecamatan Gemolong, Sragen, rupanya menjadi pemasok terbesar daging anjing di kawasan Soloraya. Fakta ini diperoleh Dinas Peternakan dan Perikanan Sragen.

Kepala Disnakkan Sragen, M. Djazairi, mengatakan setiap hari ada lebih dari 300 anjing ditampung di beberapa kandang di Dukuh Mijahan, Ngembatpadas, Gemolong. Di sana ada sembilan warga yang bekerja sebagai pengepul anjing dari berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Satu pengepul rata-rata bisa mendapatkan 30-40 ekor anjing setiap harinya. Jika dihitung secara kasar, sembilan pengepul di Gemolong itu bisa mendapatkan 8.100 hingga 10.800 ekor anjing/bulan. Mereka biasa mendapatkan anjing dalam kondisi hidup itu dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Setelah ditampung di Mijahan, anjing-anjing hidup itu kemudian dikirim ke semua warung makan yang menjajajakan kuliner daging anjing di Soloraya. Pemilik warung biasanya mengaku dapat kiriman anjing itu dari Sragen. Padahal, anjing itu bukan dari Sragen. Anjing itu dibawa dari Jawa Barat dan Jawa Timur melalui pengepul asal Mijahan itu,” ujar M. Djazairi kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Sabtu (26/9/2020).

Menariknya, para pengepul itu biasa mencari anjing di Jawa Barat dan Jawa Timur dengan bermodal beras. Saat berangkat dari Sragen mereka mengangkut beras dan pulangnya membawa anjing hidup. Hal ini karena Sragen dikenal sebagai lumbung tanaman padi di Jawa Tengah bahkan nasional.

Beras hasil panen petani di Sragen itu kemudian dijual di Jawa Barat dan Jawa Timur. Hasil penjualan beras itu selanjutnya dibelikan anjing hidup untuk dibawa pulang ke Mijahan, Ngembatpadas, Gemolong.

“Jadi mereka itu berangkat bawa beras dan pulang bawa anjing. Begitu seterusnya,” terang Djazairi.

Kemudian anjing hidup dibawa ke Dukuh Mijahan, Desa Ngembatpadas, Gemolong, Sragen. Setiap hari ada lebih dari 300 anjing ditampung di beberapa kandang di dukuh tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng sragen anjing

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top