Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ide Bisnis Aquascape dan Kisah Sukses saat Pandemi

Sekali waktu, ia pernah memasang harga hingga Rp60 juta per aquascape.
Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Muhammad Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  06:11 WIB
Pengunjung ke kios Aquatico Aquascape, Semarang.
Pengunjung ke kios Aquatico Aquascape, Semarang.

Bisnis.com, SEMARANG - Awalnya, Antonius Suparyadi hanya menggeluti aquascape sebagai hobi pribadi. Namun pada 2017, ia memutuskan untuk mengembangkan hobinya ini.

“Awalnya karena hobi, kalau basic wirausahanya tidak ada. Tapi kok rasanya jenuh ikut orang terus, akhirnya saya coba banting setir barangkali dari hobi ini bisa jadi profesi,” ujarnya.

Akhirnya ia menyulap sebuah ruangan sederhana di rumahnya untuk dijadikan kios aquascape. Nama kiosnya Aquatico Aquascape, lokasinya tak jauh dari RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Ia menceritakan bahwa banyak konsumen yang kesulitan untuk menemukan lokasinya, tak jarang mereka menyarankan Anton, panggilan akrabnya, untuk membuka kios di lokasi lain.

“Tapi kalau pindah kios berarti saya juga harus menaikkan harga, saya gak tega sama konsumen,” jelasnya.

Kiosnya ini memang dikenal peminat aquascape Semarang karena harga perlengkapan yang dijualnya sangat terjangkau. Tak jarang, pengusaha aquascape lain pun ikut memesan perlengkapan aquascape di kios milik Anton ini. Meskipun demikian, Anton mengakui bahwa bisnis utamanya justru bukan dari penjualan perlengkapan aquascape.

“Sebenarnya yang pokok malah jasa setting-nya, toko ini cuma buat identitas saja. Kalau orang menawarkan jasa setting aquascape biasanya kan dipertanyakan punya toko apa enggak, supaya konsumen lebih manteb aja,” jelasnya.

Harga yang dipatok Anton untuk mengatur satu aquascape pun beragam. “Biaya sekali setting itu tergantung ukuran,” tambahnya. Sekali waktu, ia pernah memasang harga hingga Rp60 juta per aquascape. “Kemarin juga sempat pasang harga di Rp9 juta, karena cuma bantu pasang, alat-alat sudah siap dari konsumen. Jadi saya tinggal setting,” ungkapnya.

Selama pandemi ini, ia juga mengalami kenaikan omzet. “Karena awal Covid-19 dulu banyak yang di rumah dan jenuh, akhirnya banyak yang cari kegiatan, salah satunya dengan aquascape ini,” jelasnya. Pada bulan April-Mei lalu, ia mengakui sempat mengalami kenaikan omzet hingga 400%. Meskipun kini, omzet penjualan dan jasa setting aquascape sudah mulai normal lagi.

Anton juga menuturkan bahwa konsumen Aquatico Aquascape tidak hanya berasal dari Kota Semarang saja. “Konsumen sekitar Semarang ada. Kalau paling selatan ada konsumen dari Yogyakarta. Di Madiun juga ada, Pekalongan juga,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha perikanan semarang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top