Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Delapan Kawasan Agribisnis Sokong Pengembangan Kulon Progo

Delapan sentra tersebut mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat dan meningkatkan nilai tukar petani.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  15:07 WIB
Ilustrasi kambing etawa. - Bisnis
Ilustrasi kambing etawa. - Bisnis

Bisnis.com, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan delapan kawasan agribisnis pertanian dalam rangka meningkatkan nilai tukar petani dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Minggu (25/10/2020), mengatakan delapan kawasan agri bisnis pertanian, yakni kawasan pesisir sebagai sentra tanaman cabai dan tanaman hortikultura (sayuran, melon, dan semangka), Bulak Srikayangan (Desa/Kalurahan Srikayangan, Demangrejo, Sukoreno, dan Tuksono) sebagai sentra bawang merah, kawasan Tawangsari sebagai sentra tanaman kelengkeng, sentra kopi, sentra kakao, sentra kebun teh yang ada di kawasan Bukit Menoreh (Kecamatan/Kapanewon Kalibawang, Girimulyo, dan Samigaluh), dan kawasan sentra durian ada di Kapenewon Kalibawang.

Kemudian, sentra peternakan kambing peranakan etawa ada di Girimulyo dan Samigaluh, di sana bisa dikembangkan sebagai agro edu wisata peternakan.

"Saat ini, delapan sentra tersebut mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat dan meningkatkan nilai tukar petani," kata Aris Nugraha.

Ia mengatakan pengembangan kawasan agri bisnis yang sedang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan di Kulon Progo meliputi tanaman hortikultura, perkebunan, peternakan dan tanaman pangan. Kawasan tersebut merupakan sentra produksi produk pertanian yang disesuaikan dengan potensi lokal.

Pengembangan kawasan harus memenuhi tiga unsur, yakni produktivitas, kontinyuitas dan kualitas terpenuhi. "Hal ini hanya tercapai bisa diwujudkan dalam bentuk kawasan," katanya.

Aris mengharapkan dengan pengembangan kawasan pertanian ini, dari usaha produktif on farm (budi daya) dan off farm (pasca panen) dapat dilaksanakan dalam satu kawasan, sehingga mampu mendongkrak ekonomi masyarakat.

"Hal ini bisa dilihat, sektor pertanian tidak terkena dampak pandemi Covid-19. Pertanian bisa menjadi sektor yang paling bisa beradaptasi dengan cepat, sehingga pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian selalu positif," katanya.

Ketua DPRD Kulon Progo mengatakan pada era saat ini, inovasi sektor pertanian harus digalakkan supaya mampu menjadi daya ungkit perekonomian petani. Selain itu, perlu ada modernisasi alat pertanian supaya tidak ditinggalkan oleh generasi saat ini.

"Sektor pertanian ini masih dipandang sebelah mata, sehingga harus ada modernisasi dan inovasi sektor pertanian. Selain itu, perlu ditumbuhkan petani milenial yang mampu mengangkat pertanian menjadi sebuah lapangan pekerjaan yang menjanjikan secara ekonomi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng pertanian kulon progo

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top