Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merapi Siaga, Warga Lihat Kidang Turun di Klaten

Warga setempat belum menjadikan hal tersebut sebagai salah satu parameter Gunung Merapi bakal terjadi erupsi dalam waktu dekat.
Ponco Suseno
Ponco Suseno - Bisnis.com 07 November 2020  |  15:27 WIB
Gunung Merapi erupsi dengan tinggi kolom erupsi  5.000 meter dari puncak pada hari Jumat (27/3/2020). - Twitter @aw3126
Gunung Merapi erupsi dengan tinggi kolom erupsi 5.000 meter dari puncak pada hari Jumat (27/3/2020). - Twitter @aw3126

Bisnis.com, KLATEN – Warga Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, melihat dengan kasat mata seekor kidang turun dari Gunung Merapi, Kamis (5/11/2020).

Turunnya seekor kidang itu bersamaan dengan rilis peningkatan status Gunung Merapi dari waspada ke siaga dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Kamis (5/11/2020).

"Di hari pengumuman Gunung Merapi berstatus siaga itu, ada seekor kidang yang turun dari gunung. Sampai di bawah, kidang itu sudah mati [diduga kelaparan dan turunnya kidang dimungkinkan disebabkan suhu udara di habitat asli kidang tersebut panas]. Yang turun hanya kidang itu. Kalau macan tidak ada," kata Ketua Sukarelawan Tegalmulyo, Purnomo, saat ditemui JIBI, Sabtu (7/11/2020).

Meski terdapat kidang yang sudah turun, lanjut Purnomo, warga setempat belum menjadikan hal tersebut sebagai salah satu parameter Gunung Merapi bakal terjadi erupsi dalam waktu dekat. Meski seperti itu, warga di Tegalmulyo tetap waspada.

"Sampai sekarang enggak ada visual bahwa Gunung Merapi erupsi. Warga masih beraktivitas biasa. Jika ada 75 dari kelompok rentan yang mengungsi itu bahwa mereka sadar diri untuk mengungsi sementara [pengungsian akhir Tegalmulyo di Demakijo, Karangnongko]. Nanti jika benar-benar terjadi erupsi, warga akan mengungsi dengan sendirinya. Jadi, warga di sini istilahnya enggak percaya data secara teori [Gunung Merapi berstatus siaga]," katanya.

Hal senada dijelaskan Ketua Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Tegalmulyo, Subur. Warga di Tegalmulyo bakal sadar diri melakukan evakuasi mandiri jika Gunung Merapi benar-benar erupsi.

"Yang mengungsi sementara di malam hari itu hanya yang rentan [kelompok rentan]. Memang, warga di sini menunggu gejala visual yang benar-benar tampak terlebih dahulu. Jika hanya berjarak kurang dari 5 kilometer [luncuran awan panas], warga di sini belum mengungsi hingga Demakijo, Kecamatan Karangnongko. Tapi jika melebihi itu, kami mulai mengungsi," kata Subur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung merapi

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top