Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Okupansi Hotel Berbintang di Solo Tak Maksimal di Akhir 2020

Hal itu sejalan dengan berlakukan kebijakan pemerintah untuk pemudik yang harus mengantongi tes cepat antigen.
Farida Trisnaningtyas
Farida Trisnaningtyas - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  13:37 WIB
Ilustrasi. - Bisnis
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, SOLO — Pengelola hotel berbintang di Solo dan sekitarnya kompak memasang tarif yang rendah alias “ndlosor” jika dibandingkan harga reguler pada momentum malam tahun baru di tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan JIBI, pada malam pergantian tahun hotel-hotel di Solo dan sekitarnya biasanya penuh sehingga berani memasang tarif setinggi langit. Bahkan pada 2018, pernah ada hotel yang memasang tarif Rp18 juta per kamar per malam saking penuhnya tamu.

Pada momen pergantian tahun 2020 ke 2021, tarif hotel berbintang di Solo dan sekitarnya jauh di bawah yang biasanya berlaku.

Public Relations Fave Hotel Solo, Nonik Ratna Dewi, mengatakan tarif kamar hotel berbintang di Solo tersebut memang naik untuk Tahun Baru jika dibandingkan dengan tarif hari normal. Tetapi, kenaikannya tak signifikan.

Bahkan menurutnya, tingkat penghunian atau okupansi Fave Hotel Solo pada momen akhir tahun di masa pandemi seperti ini kurang bagus.

“Kalau harga kami tinggi, nanti tamu tidak pick up sama sekali. Padahal okupansi kami masih low. Kami masih berharap setidaknya tahun baru ini bisa pick up dari tamu yang walk in atau pesan di last minute,” ujar dia kepada JIBI, Rabu (30/12/2020).

Nonik menjelaskan saat periode libur Natal, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Solo itu sebesar 46%. Meski berbarengan dengan libur panjang akhir pekan, momen ini ternyata tak bisa mendatangkan banyak tamu. Hal itu sejalan dengan berlakukan kebijakan pemerintah untuk pemudik yang harus mengantongi tes cepat antigen.

Pada malam pergantian tahun, Kamis (31/12/2020), Fave Hotel Manahan dan Fave Hotel Solo Baru menghadirkan promo menginap Rp450.000/malam. Harga ini termasuk makan malam untuk dua orang.

Best Wester Premier Solo Baru juga menghadirkan harga khusus untuk tamu yang menginap di Tahun Baru seharga Rp1,125 juta/malam. Public Relations Best Western Solo Baru, Roshyana Meyda Sufrian, mengatakan kenaikan tarif kamar hotel masih batas wajar karena pandemi.

“Memang biasanya pada Tahun Baru demand kamar hotel tinggi, tapi karena pandemi tahun ini pick up-nya cukup lambat. Kami berharap banyak tamu walk ini,” papar dia.

Rosy menjelaskan untuk pemesanan kamar pada Tahun Baru baru 30% dari total 346 kamar. Okupansi kamar ini masih jauh dari periode yang sama tahun lalu. Biasanya, kamar hotel bintang empat ini selalu penuh saat pergantian tahun.

The Sunan Hotel Solo juga memasang tarif kamar sesuai publish rate karena pandemi.

Asisten Public Relations The Sunan Hotel Solo, Kartika Ratna, mengatakan pada program New Year Getaway dijual dengan harga Rp950.000/malam sampai Rp1,45 juta/malam. Paket ini termasuk sarapan atau makan malam untuk dua orang.

“Adanya syarat tes rapid antigen untuk pemudik memang sangat berpengaruh pada pemesanan kamar. Tadinya banyak yang reservasi, tapi karena kebijakan itu tamu banyak yang batal lantaran takut ke luar kota,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel jateng Solo

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top