Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabupaten Batang Raih Investasi Rp9 Triliun, Tertinggi di Jateng

Dari nilai total investasi tersebut ada sebanyak 64 investasi baru dari Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dan satu Penanam Modal Asing (PMA).
Ali
Ali - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  13:44 WIB
Pembangunan Kawasan Industri Batang di Ketanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah./Antara - Harviyan Perdana Putra
Pembangunan Kawasan Industri Batang di Ketanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah./Antara - Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, BATANG - Kabupaten Batang menempati peringkat pertama investasi di Jawa Tengah dengan nilai investasi mencapai Rp9 triliun.

Angka tersebut berdasar dari data realisasi laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) oleh perusahaan yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batang.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Batang Sri Purwaningsih mengatakan dari nilai total investasi tersebut ada sebanyak 64 investasi baru dari Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dan satu Penanam Modal Asing (PMA). Kondisi ini mampu menyerap tenaga kerja laki-laki sebanyak 891 orang dan perempuan sebanyak 67 orang.

Dia pun merinci sejak tahun 2017 sampai dengan 2020, total tenaga kerja yang terserap sudah mencapai 11.930 orang, yakni tahun 2017 sebanyak 934 tenaga kerja, 2018 terserap 7.286 orang, 2019 terserap 1.554 orang dan 2020 mampu menyerap tenaga kerja 2.156 orang.

“Ini artinya, visi misi Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Batang Suyono yang membuka lapangan kerja 10.000 sudah terlampaui sebelum masa periode 2017-2022 berakhir,” ujarnya, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, keberhasilan investasi, menurutnya, dipicu dengan adanya situasi yang kondusif, perizinan yang transparan dan akuntabel yang sesuai perundang-undangan sehingga mampu menciptakan iklim investasi yang nyaman bagi investor.

“Tidak hanya itu, Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang berada di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, yang kini ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo jadi Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujarnya.

Kendati demikian, diakuinya pandemi Covid-19 sempat membuat investasi lesu. “Memang pada awal pandemi Covid-19 investasi di Batang agak terganggu. Tapi setelah adanya kebijakan Pemerintah Pusat dengan adaptasi kebiasaan baru ada kenaikan investasi, hingga Desember 2020 nilainya capai Rp9 triliun,” ungkap dia.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan sudah ada tiga perusahaan besar yang positif investasi di KIT Batang yakni LG, KCC Glass, dan Wavin dengan nilai investasi mencapai Rp100 triliun.

“Selain KIT, Pemkab Batang juga menyiapkan kawasan industri yang berada di Kecamatan Tulis yaitu Desa Sigayung, Kenconorejo, Semboja, Wringingintung dan Desa Simbangjati dengan luasan lahan mencapai 815,77 hektare,” katanya. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng batang Kawasan Industri Batang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top