Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK Mendorong LAZISNU Bentuk Bank Wakaf Mikro

Saat ini telah terdapat 60 bank wakaf mikro yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total outstanding pembiayaan mencapai Rp12,14 miliar dan jumlah nasabah sebanyak 12.164 orang.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  11:36 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan kuis kepada peserta dalam peresmian Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri di Pondok Pesantren As Salafi Al Fithrah, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018). - Antara/Umarul Faruq
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan kuis kepada peserta dalam peresmian Bank Wakaf Mikro Al Fithrah Wava Mandiri di Pondok Pesantren As Salafi Al Fithrah, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018). - Antara/Umarul Faruq

Bisnis.com, DEMAK - OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY mendorong Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Tengah untuk jajaki kemungkinan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) dari Dana wakaf uang tunai.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa, menyampaikan saat ini telah terdapat 60 BWM yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total outstanding pembiayaan mencapai Rp12,14 miliar dan jumlah nasabah sebanyak 12.164 orang.

"Dengan potensi tersebut, BWM akan menjadi alternatif lembaga keuangan syariah yang dapat mengakomodasi kebutuhan pembiayaan umat sesuai dengan prinsip-prinsip syariah," kata Aman melalui siaran pers Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, untuk membangun ekosistem inklusi keuangan syariah di lingkungan yang belum mendapatkan akses layanan keuangan secara formal atau unbankable, Aman mengajak LAZISNU se-Jawa Tengah untuk menjajaki kemungkinan pendirian BWM. Mekanisme operasional BWM dirancang untuk membantu pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

Dia menambahkan, OJK telah memfasilitasi pembuatan model bisnis BWM dengan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah untuk mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana (donatur) mendonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan pembiayaan usaha dengan imbal hasil sangat rendah.

"Selanjutnya, LAZISNU dapat menjalin kerjasama dengan Industri Jasa Keuangan Syariah seperti Bank Umum Syariah dalam hal pengelolaan dana idle dari BWM yang tidak terserap untuk pembiayaan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fathan Subchi, mengapresiasi OJK dalam upaya memberikan pemahaman bagi pengurus LAZISNU tentang alternatif pengelolaan wakaf uang dan peluang-peluang sinergi antara LAZISNU dengan Industri Jasa Keuangan Syariah. Harapannya LAZISNU dapat lebih berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Menurut Regional CEO PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Imam Hidayat Sunarto, telah banyak LAZISNU yang memiliki rekening di BSI. Hal ini merupakan awal sinergi yang baik karena dengan aset bank sebesar Rp240 triliun, BSI bersama para Wakif (Pihak yang Mewakafkan) mampu berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan dan mendukung kebangkitan UMKM. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng OJK lazis
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top