Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grha Megawati di Klaten Dibangun Megah, Ini Penjelasan Kepala Daerah

Nama itu dipilih lantaran melihat sosok Megawati Soekarnoputri sebagai presiden kelima di Indonesia.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 14 Maret 2021  |  19:34 WIB
Suasana gedung pertemuan Grha Megawati di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (12/3/2021). Gedung itu digadang-gadang menjadi gedung terbesar di Klaten. - JIBI/Taufiq Sidik Prakoso.
Suasana gedung pertemuan Grha Megawati di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Jumat (12/3/2021). Gedung itu digadang-gadang menjadi gedung terbesar di Klaten. - JIBI/Taufiq Sidik Prakoso.

Bisnis.com, KLATEN – Bupati Klaten, Sri Mulyani, menegaskan tidak ada unsur politik di balik proyek pembangunan Grha Megawati.

Nama itu dipilih lantaran melihat sosok Megawati Soekarnoputri sebagai presiden kelima di Indonesia dan satu-satunya perempuan yang menjadi presiden dalam sejarah Indonesia hingga kini. Mulyani berharap Megawati mengizinkan.

“Positif saja. Kita itu orang yang tidak boleh meninggalkan sejarah. Bu Mega itu sosok presiden kelima. Jangan parno lah. Ini kepentingannya bukan untuk PDIP. Tetapi ini kepentingan untuk seluruh masyarakat Klaten dan sekitarnya. Kalau soal nama bahwa ini gedung yang sangat besar tentu memilih nama yang sangat besar,” kata dia kepada JIBI, Jumat (12/3/2021).

Gedung tersebut dibangun lantaran selama ini di Klaten belum ada gedung yang representatif untuk menggelar kegiatan tingkat provinsi maupun nasional. Setelah difungsikan, gedung itu diharapkan bisa berdampak pada perekonomian Klaten.

Gedung tersebut digadang-gadang menjadi gedung terbesar dan menjadi salah satu ikon Kabupaten Bersinar.

“Nama ini sesuai gedungnya yang besar dan megah. Dan sebagai wujud tanda terima kasih kami kepada ibu Megawati Soekarnoputri selaku presiden yang kelima. Gedung serbaguna bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat untuk menggelar berbagai kegiatan dari hajatan, konser rapat, seminar, dan lain-lain,” kata Bupati Klaten.

Sri Mulyani mengatakan tahun ini proyek pembangunan kompleks gedung dilanjutkan dengan menambah sejumlah fasilitas. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2022.

“Untuk gedung utama sudah hampir selesai. Tahun ini melengkapi fasilitas dengan membangun masjid serta gedung katering. Karena tahun ini masih fokus ke Covid-19, jadi tahun ini belum bisa diselesaikan,” tegas dia.

Tahun ini, proyek pembangunan gedung dilanjutkan dengan pembangunan masjid serta gedung katering. Masjid direncanakan diberi nama masjid merah.

“Kenapa kok diberi Masjid Merah? Karena selalu teringat dengan laut merah di Kota Jeddah, Arab Saudi,” kata dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

megawati jateng klaten

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top