Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulog Jateng Ditargetkan Menyerap 204.000 Ton Gabah Petani

Ada kendala Bulog dalam penyerapan gabah petani, kualitas gabah petani tidak terlalu bagus.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 29 Maret 2021  |  17:17 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Nurul Hidayat
Ilustrasi. - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SEMARANG - Pemimpin Wilayah Bulog Jateng Miftahul Ulum mengatakan Bulog Jateng dijatah menyerap gabah petani sebanyak 204.000 ton tahun ini.

"Kami optimistis itu tercapai, minimal di atas 75 persen dari target," katanya, Senin (29/3/2021).

Ulum menerangkan, ada kendala Bulog dalam penyerapan gabah petani, kualitas gabah petani tidak terlalu bagus.

"Kendalanya saat musim hujan kemarin. Jadi banyak gabah yang dipanen lebih awal, karena rusak. Dalam arti terkena banjir padi roboh jadi segera dipanen," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan kepada pemerintah pusat membuat kebijakan baru untuk membantu Bulog menyerap gabah petani. Bulog lanjut dia, bisa diberikan tugas yang lebih banyak seperti dulu lagi.

Menurutnya, fungsi Bulog agak pincang. Disatu sisi mereka diminta menyerap gabah dari petani, tapi keluarnya tidak banyak, hanya untuk stok saja.

"Kalau sistemnya ndak dirubah, sudah pasti serapan Bulog nggak bisa bagus. Dampaknya harga petani pasti rendah karena betul-betul menggunakan mekanisme pasar dan diadu dengan pasar," tegasnya.

Dia menegaskan, butuh terobosan baru kebijakan dari pemerintah pusat terkait hal ini. Kementerian Pertanian atau Kementerian Perdagangan diharapkan membuat terobosan baru.

"Saya juga kepikiran, kalau pusat tidak melakukan, maka Pemda harus mengambil tindakan. Sepertinya kita harus punya gudang sendiri, mungkin kita yang melakukan fungsi PSO dan mengambil stok agar petani bisa terbantu," katanya. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog jateng
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top