Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Tembakau Jateng Optimalkan Produk Selain Rokok

Sosialisasi produk tembakau selain rokok harus dioptimalkan oleh pemerintah. Saat ini masih sedikit petani tembakau yang mengetahui soal produk tembakau selain rokok.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 31 Maret 2021  |  13:35 WIB
Sarasehan
Sarasehan "Menyemai Harapan di Musim Peralihan" yang digagas oleh DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung. - Istimewa

Bisnis.com, TEMANGGUNG - Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia memiliki peran cukup besar terhadap penerimaan negara melalui pajak dan cukai. Peran tembakau dalam perekonomian nasional dideskripsikan melalui kontribusinya terhadap PDB.

Petani tembakau memiliki peranan penting dalam hulu sebuah IHT. Tentunya, sejumlah hal kendala pasti dihadapi para Petani Tembakau dalam menjalani proses menghasilkan tembakau berkualitas.

Beberapa persolan Petani tembakau dibahas dalam kegiatan sarasehan "Menyemai Harapan di Musim Peralihan" yang digagas oleh DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Temanggung Selasa (30/3/2021).

Acara yang dihadiri kurang lebih ratusan peserta yang datang dari unsur pemerintah, kelompok tani tembakau, dan akademisi. Kegiatan, tentu dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Pengamat Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prima Gandhi, mengatakan sosialisasi produk tembakau selain rokok harus dioptimalkan oleh pemerintah. Menurutnya, saat ini masih sedikit petani tembakau yang mengetahui soal produk tembakau selain rokok.

"Padahal potensi produk tembakau selain rokok ini sangat besar. Bisa tingkatkan kesejahteraan petani tembakau. Akan tetapi petani tembakau kita belum banyak yang tau, seperti apa regulasi dan sebagainya. Sehingga ini harus disosialisasikan," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu (31/3/2021).

Ia menerangkan, salah satu produk tembakau selain rokok yang memiliki potensi besar adalah nikotin cair. Menurut datanya, permintaan nikotin cair yang dikonsumsi untuk rokok elektrik seperti Vape saja bisa mencapai ratusan ribu liter pertahunnya.

"Menurut data, di tahun 2018 ada sebanyak 168,8.000 liter ekstrak tembakau yang dikonsumsi. 2019 jadi 722, 6.000 liter, kemudian di 2020 jadi 947.000 liter. Artinya setiap tahun ada peningkatan konsumsi ekstrak tembakau," katanya.

"Kita berharap regulasi yang jelas terkait itu. Dan hasil akhirnya adalah untuk tingkatkan kesejahteraan petani tembakau," tambahnya.

Forcaster Klimatologi Semarang Zauzik Nana menyampaikan materi terkait "Pengaruh Anomali Iklim 2021 pada Komoditas Pertanian".

Iis menerangkan, dengan adanya informasi anomali iklim pada komoditas pertanian, diharapkan bisa memberikan informasi yang membantu petani khususnya di Temanggung dalam menentukan langkah awal musim tanam tembakau.

"Kita tahu, tembakau itu kan tanaman yang sangat tergantung dengan air. Sehingga dengan apa-apa yang kita sampaikan bisa memberikan informasi terkait cuaca dan iklim bagi petani. Sehingga mampu merencanakan masa tanam untuk hasil pertanian yang berkualitas," katanya.

Ketua DPD APTI Jawa Tengah, Muh Rifai mengaku kegiatan sarasehan tersebut adalah inovasi untuk membangun eksistensi asosiasi petani tembakau di Temanggung.

"Selain di Temanggung, rencananya kegiatan serupa akan di gelar oleh DPC APTI Wonosobo. Sehingga ke depan harapan kami acara seperti ini akan rutin di gelar di semua DPC APTI di Jateng," ungkapnya.

Beberapa hal yang dibahas, menurutnya sangat dibutuhkan petani Tembakau khususnya di Temanggung. Seperti adanya produk tembakau selain rokok, dan informasi cuaca dan iklim di tahun ini.(k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng tembakau
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top