Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sarkem Fest Jadi Bukti Optimisme Pariwisata Yogyakarta

Dimulai sejak 2019, gelaran rutin tersebut mencoba untuk memperbaiki citra Pasar Kembang. Di masa pandemi, berbagai adaptasi pun dilakukan.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 04 April 2021  |  11:08 WIB
Warga berjalan di depan bangunan Selasar Malioboro, Gedong Tengen, Yogyakarta, Rabu (17/3/2021). PT Kereta Api Indonesia membangun Selasar Malioboro sebagai ruang pamer pelaku UMKM Yogyakarta dan area pertunjukan seni budaya lokal serta mengintegrasikan Stasiun Yogyakarta dengan kawasan wisata Malioboro. - Antara/Hendra Nurdiyansyah.
Warga berjalan di depan bangunan Selasar Malioboro, Gedong Tengen, Yogyakarta, Rabu (17/3/2021). PT Kereta Api Indonesia membangun Selasar Malioboro sebagai ruang pamer pelaku UMKM Yogyakarta dan area pertunjukan seni budaya lokal serta mengintegrasikan Stasiun Yogyakarta dengan kawasan wisata Malioboro. - Antara/Hendra Nurdiyansyah.

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Festival Pasar Kembang atau Sarkem Fest kembali digelar pada tahun ini. Sabtu (3/4/2021), Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, membuka gelaran tersebut dengan harapan perbaikan pariwisata di Yogyakarta dan DIY.

Semoga Sarkem Fest menjadi awal optimisme Yogya aman, nyaman, sehat, dan tetap dikunjungi masyarakat. Ini menunjukkan siap menyambut wisatawan,” jelas Heroe dalam sambutannya.

Heroe menilai bahwa digelarnya Sarkem Fest juga ikut membangkitkan geliat wisata kampung-kampung di sekitar Malioboro. Meskipun demikian, ia mengingatkan agar panitia dapat memastikan penerapan protokol kesehatan selama acara berlangsung.

“Dengan kondisi pandemi, yang penting kita bisa beradaptasi. Misalnya tetap ada kegiatan atraksi tapi tidak menciptakan kerumunan dan tidak menyebabkan kasus meluas,” jelasnya.

Ketua Festival Sarkem 2021, Arief Effendi, mengungkapkan bahwa gelaran tersebut memiliki sejarah yang panjang. Awalnya, festival tersebut dilaksanakan pada tahun 2019 oleh masyarakat sekitar Pasar Kembang. Harapannya, Sarkem Fest dapat memperbaiki citra Pasar Kembang yang seringkali dianggap negatif oleh masyarakat ataupun wisatawan Yogyakarta.

Kondisi pandemi bukan menjadi halangan bagi Arief dan kawan-kawan untuk menyelenggarakan festival tersebut. “Pandemi Covid-19 memang berat tapi tidak membuat patah semangat. Kami bersama Pemkot Yogyakarta tetap mengadakan kegiatan Sarkem Fest. Tahun ini kegiatan kami kemas dalam bentuk virtual secara online dan offline,” jelasnya.

Wisatawan bakal dimanjakan dengan berbagai kegiatan dan pertunjukan di Sarkem Fest. Selain panggung keroncong, wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan barongsai dan fashion show. Tak hanya itu, diadakan pula pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diisi oleh produk-produk buatan masyarakat sekitar daerah tersebut.

Secara umum, kondisi pariwisata di DIY masih terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah tersebut pada bulan Februari 2021 masih nihil. Artinya, sejak Juli, belum ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke DIY.

Kinerja perhotelan di DIY juga belum sepenuhnya pulih. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada bulan Februari 2021 terpantau naik 1,96 poin (m-to-m). Meskipun demikian, secara year-on-year, angkanya masih minus 29,45 poin. Rata-rata lama tamu yang menginap di DIY pada periode tersebut juga mengalami penurunan 0,17 hari. Pada Januari 2021, rata-rata tamu yang berkunjung ke DIY menghabiskan waktu 1,64 hari untuk menginap di hotel. Sementara itu, pada bulan Februari, rata-rata lama menginap tercatat hanya selama 1,47 hari.

Untuk mendongkrak kinerja sektor pariwisata di tanah air, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhur Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan stimulus pariwisata yang diperkirakan akan turun pada bulan Juni – Juli 2021. Dana sebanyak Rp2 triliun telah disiapkan untuk program Bangga Wisata Indonesia. “Ini saya pikir langkah-langkah pemerintah betul-betul proaktif untuk membangun ekonomi yang lebih kuat,” jelasnya.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta diy
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top