Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sultan Jogja Cari Milenial untuk Terjuni Bisnis Ini

Sultan berharap para petani milenial membudidayakan berbagai komoditas unggulan untuk menambah daya tarik sebagai destinasi wisata petanian dan edukasi, sekaligus meningkatkan perekonomian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 April 2021  |  10:23 WIB
Jogja Agro Park - dinpar.kulonprogokab.go.id
Jogja Agro Park - dinpar.kulonprogokab.go.id

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sedang mencari sejumlah milenial.

Mereka akan diajak menerjuni bisnis agro dengan harapan bisa mendongkrak beragam komoditas unggulan.

Selain itu, dengan bisnis tersebut juga bisa dikembangkan kawasan agrowisata di wilayah Yogyakarta.

Rencananya, Sultan akan mengajak generasi muda mengembangkan kawasan agro wisata di sejumlah titik Yogyakarta.

Titik agrowisata yang digarap antara lain kawasan Jogja Agro Park atau JAP di Desa Wijilan, Nanggulan, Kulon Progo dan Desa Madurejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Sultan berharap para petani milenial membudidayakan berbagai komoditas unggulan untuk menambah daya tarik sebagai destinasi wisata petanian dan edukasi, sekaligus meningkatkan perekonomian.

Jogja Agro Park Kulon Progo memiliki luas 18 hektare yang dapat dikelola untuk agrowisata, agrobisnis, atau budi daya tanaman dengan nilai jual tinggi.

"Misalkan di Jogja Agro Park mau ditanami stroberi dan anggur karena komoditas itu bisa laku, ya bilang saja," kata Sultan saat datang ke Jogja Agro Park, Sabtu (3/4//2021).

Berkebun stroberi atau anggur di Jogja Agro Park, menurut dia, bisa jadi lebih baik ketimbang ditanam di lereng Gunung Merapi yang membuat buah-buahan berpotensi terkena abu.

Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan komoditas seperti stroberi dan anggur tak hanya diterima di pasar lokal, namun juga bisa menjangkau pasar nasional hingga ekspor.

"Produk yang dihasilkan di sini harus memberikan nilai bagi petani untuk meningkatkan penghasilan. Bekualitas dan harga yang lebih baik," kata Sultan.

Pemerintah DI Yogyakarta membangun Jogja Agro Park pada 2018 sebagai sarana edukasi pertanian dengan fasilitas agribisnis atau agrotourism.

Dari total 18 hektare lahantadi seluas 7,4 hektare digunakan sebagai wahana wisata agribisnis yang dibuka untuk masyarakat umum.

Fasilitas di Jogja Agro Park cukup lengkap. Terdapat sentra peternakan sapi, kambing, kelinci, dan budi daya perikanan hingga taman bunga.

Di area bernama Green House Jogja Agro Park mulai dibudidayakan tanaman anggur. Ada pula Gudang Alsintan atau alat mesin pertanian, Kolam Rekreasi, Taman Biofarmaka, Taman Durian Menoreh, Lantai Jemur, dan Gudang Produksi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta Sugeng Purwanto mengatakan area Jogja Agro Park sejatinya juga bisa difungsikan sebagai rest area.

"Wisatawan yang sedang dalam perjalanan bisa mampir, singgah di Yogyakarta," kata dia.

Jogja Agro Park, lanjut Sugeng, menjadi pilar usaha agribisnis untuk meningkatkan produk tani dengan perkembangan teknologi yang digarap petani milenial.

Saat ini Dinas Pertanian DI Yogyakarta membimbing 600-an petani milenial yang dilatih melalui KompakYo atau Komunitas Petani Milenial Kreatif Yogyakarta.

Tiga tahun ke depan, anggotanya ditargetkan sebanyak 3.000 petani.

Sedangkan di Desa Madurejo, Prambanan, Sleman, ada kawasan Bendungan Tirtorejo dan Wisata Pengklik yang menjadi fokus pengembangan agrowisata.

Sultan mengimbau perangkat Desa Madurejo memanfaatkan program bantuan gubernur.

"Tanah kas desa ini bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian," kata Sultan Hamengku Buwono X.

"Mungkin di sini ada petani yang tidak punya tanah, maka bisa memanfaatkan lahan kas desa itu daripada tanahnya disewakan ke orang lain untuk membuat kantor," ujarnya.

Sekretaris Desa Madurejo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta Hartoto Wahyudi mengatakan desanya memiliki luasan lahan 17,2 hektare yang dikembangkan sebagai kawasan panyangga wisata Prambanan.

Termasuk di dalamnya objek Wisata Pengklik yang akan menjadi kawasan pusat kebudayaan Sleman Timur (Prambanan, Kalasan, Berbah).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta sri sultan hamengkubuwono

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top