Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berbuka Kopi Arab, Tradisi Ramadan di Masjid Layur Semarang

Tradisi berbuka Kopi Arab di Masjid Layur sudah dilakukan sejak lama. Tradisi itu terus dilakukan untuk melestarikan peninggalan sesepuh di kampung tersebut.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 28 April 2021  |  14:51 WIB
Jamaah Masjid Layur Semarang berdoa sebelum menikmati Kopi Arab.  - Bisnis/Alif N.
Jamaah Masjid Layur Semarang berdoa sebelum menikmati Kopi Arab. - Bisnis/Alif N.

Bisnis.com, SEMARANG - Warga di Kampung Melayu, Kelurahan Dadapsari, Kota Semarang ramai mengunjungi sebuah Masjid dengan menara menjulang tinggi saat menjelang berbuka puasa.

Di sana terdapat tradisi unik yang hanya ditemui saat bulan Ramadan tiba. Yaitu berbuka puasa dengan menikmati segelas Kopi Arab yang legendaris. Puluhan gelas Kopi Arab disajikan lengkap dengan camilan pendamping berupa buah kurma dan roti tawar.

Berbuka puasa dengan Kopi beraroma rempah-rempah itu sudah menjadi tradisi yang terus dilestarikan. Tak jarang, banyak masyarakat ingin mencicipi Kopi Arab yang khas tersebut.

Imam Masjid Layur Habib Umar mengatakan, tradisi berbuka Kopi Arab di Masjid Layur sudah dilakukan sejak lama. Menurutnya, tradisi itu terus dilakukan untuk melestarikan peninggalan sesepuh di kampung tersebut.

"Kami hanya melestarikan tradisi yang sudah dilakukan sejak lama. Memang di sini terkenal dengan Kopi Arab yang khas itu," katanya beberapa waktu lalu.

Habib Umar mengaku tidak tahu persis sejarah tentang tradisi Kopi Arab di Masjid Layur. Menurutnya, yang dilakukan sampai saat ini adalah melestarikan tradisi yang sudah turun temurun tersebut.

"Ya kami hanya melestarikan tradisi tersebut. Untuk sejarah persisnya saya tidak tahu. Kebetulan saya juga baru ditunjuk sebagai imam di Masjid Layur," ucapnya yang juga ketua Takmir Masjid Layur.

Sementara itu, salah satu warga, Rohmad mangaku sengaja datang ke Masjid Layur untuk berbuka dengan Kopi Arab. Menurutnya, setelah minum Kopi tersebut badan menjadi lebih hangat.

"Karena kopinya khas yaitu dimasak dengan rempah-rempah," ucapnya.

Ia mengaku sering datang ke Masjid Layur selain untuk berbuka juga mengikuti kajian yang diselenggarakan pengurus Masjid. Biasanya, setelah berbuka dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Qur'an. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Ramadan
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top