Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jateng Menyiapkan 1 Juta Rapid Test untuk Pemudik Nekat

Selain di desa-desa yang menjadi tujuan pemudik di Jateng, rapid test antigen juga akan digelar di posko-posko penyekatan larangan mudik. Total ada 14 posko penyekatan yang tersebar di perbatasan Jateng.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 01 Mei 2021  |  08:36 WIB
Calon penumpang melakukan rapid test antigen.  - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti\r\n
Calon penumpang melakukan rapid test antigen. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti\\r\\n

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 1 juta rapid test antigen untuk pemudik yang nekat pulang kampung ke Jateng pada Lebaran 2021 ini. Persiapan Pemprov Jateng itu disampaikan Gubernur Ganjar Pranowo saat mengikuti Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Candi di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Kamis (29/4/2021).

Ganjar mengatakan 1 juta rapid test antigen itu nantinya akan disebar di beberapa daerah, terutama desa-desa yang menjadi tempat tujuan pemudik.

“Kalau hitungan tahun lalu, [pemudik] yang sampai ke desa antara 600.000-900.000. Average, kita bikin rata-rata 1 juta. Maka, nanti kita minta Dinkes untuk menyiapkan bantuan 1 juta tes, minimal swab antigen, kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk tracing,” ujar Ganjar.

Selain di desa-desa yang menjadi tujuan pemudik di Jateng, rapid test antigen juga akan digelar di posko-posko penyekatan larangan mudik. Total ada 14 posko penyekatan yang tersebar di perbatasan Jateng.

Ganjar menyatakan jika saat ini aparat Polda Jateng telah melakukan penyekatan pemudik. Bahkan, dalam kegiatan itu kepolisian menemukan ada tiga pemudik yang terkonfirmasi Covid-19.

“Kita menyiapkan dukungan-dukungan agar mereka bisa dites. Pak Kapola kemarin waktu ngetes menemukan 3 yang positif. Kita harus hati-hati, jangan hanya bicara cuma 3. Ini 3 bisa kemana-mana penularannya,” ujar Ganjar.

Ganjar menambahkan saat ini gelombang penularan Covid-19 di Jateng masih terbilang tinggi. Bahkan lonjakan kasus masih terjadi di beberapa kabupaten/kota di Jateng.

“Jadi kasus Covid 19 di Jateng tidak sampai 7000, masih relatif bagus, yang dirawat 59 persen, sedangkan yang diisolasi ada 40 persen. Hal ini saya sampaikan agar masyarakat tidak terganggu dengan informasi yang seringkali berbeda. Ada informasi bahwa kasus Covid di jateng meningkat 47.000, itu tidak benar,” tandasnya.

Dengan kasus yang masih terbilang tinggi itu, Ganjar pun mengaku mendukung langkah Polda Jateng dalam melakukan penyekatan sejak awal untuk pemudik. “Dari data yang masuk, jumlah pemudik saat ini di Jateng sudah mulai meningkat. Ini menjadi perhatian kita,” ujar Ganjar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Mudik Lebaran

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top