Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Periode Larangan Mudik, Bus dan Truk Masuk ke Solo Berkurang Drastis

Kondisi Terminal Tirtonadi sangat lengang, namun tak ada pengurangan jumlah petugas yang berjaga.
Ichsan Kholif R.
Ichsan Kholif R. - Bisnis.com 15 Mei 2021  |  08:54 WIB
Anggota brimob melakukan patroli pengamanan Lebaran di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Foto dokumen. - Antara
Anggota brimob melakukan patroli pengamanan Lebaran di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah. Foto dokumen. - Antara

Bisnis.com, SOLO—Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No.13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, ada larangan untuk angkutan darat yaitu kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dan jenis mobil penumpang, mobil bus dan kendaraan bermotor, serta kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Data traffic count Dinas Perhubungan Kota Solo menunjukkan penurunan jumlah bus dan truk keluar masuk yang terjadi sejak H-6 hingga H1 Lebaran. Penurunan terjadi hampir sepersepuluh ketimbang tahun sebelumnya pada medio sama. Pada H-6 Lebaran 2020, bus dan truk yang keluar masuk mencapai 42.912 unit sementara pada H-6 Lebaran tahun ini hanya 6.878 unit.

Angka itu terus menurun pada H1 Lebaran dimana tahun lalu menyentuh 16.712 kendaraan sementara pada 2021 ini hanya 907 unit. Dampaknya, jalanan Kota Solo tampak lengang, utamanya yang menjadi rute bus dari dan menuju Terminal Tirtonadi, kemudian jalur truk seperti jalan lingkar utara Solo.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto membenarkan hal tersebut. Kondisi Terminal Tirtonadi sangat lengang, namun tak ada pengurangan jumlah petugas yang berjaga.

“Adanya larangan mudik pada 6-17 Mei Lebaran, justru kami menambah petugas pengawasan keamanan dengan kondisi sepi penumpang. Kami menjaga aset, petugas piket tetap ada kami atur sifnya,” katanya kepada JIBI, Jumat (14/5/2021).

Kendati lengang, terminal tetap beroperasi seperti biasa untuk bus aglomerasi Soloraya. Misalkan Trans Jateng Sangiran-Solo, bus AKDP (antar kota dalam provinsi) Solo-Boyolali, Solo-Wonogiri, Solo-Klaten, Solo-Sragen dan seterusnya, lalu bus Batik Solo Trans (BST), dan angkutan feeder.

“Unit-unit dari bus itu juga berkurang. Peningkatan penumpang ada pada H1 Lebaran yang memang untuk tujuan silaturahmi yang dekat-dekat. Tapi enggak seperti tahun lalu. Kan mereka ini memfasilitasi penumpang AKAP (antar kota antar provinsi) yang mau ke daerah lanjutannya,” jelas Joko.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Solo Mudik Lebaran

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top