Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antrean Vaksinasi di Semarang Dibubarkan Satpol-PP, Ini Sebabnya

Pembubaran kerumunan warga yang antre vaksin dilakukan agar tidak terjadi klaster baru penularan virus Corona.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  11:27 WIB
Antrean warga yang hendak vaksin di depan Gedung Gradhika Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala Rizki
Antrean warga yang hendak vaksin di depan Gedung Gradhika Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala Rizki

Bisnis.com, SEMARANG - Antusiasme masyarakat Jawa Tengah terhadap vaksin tinggi. Terbukti, dari penyelenggaraan Sentra Vaksinasi Gradhika terus ramai dikunjungi warga sejak dimulai pada Selasa (8/6/2021).

Bahkan, di hari kedua ini, Rabu (9/6/2021) sempat terjadi keramaian akibat membeludaknya masyarakat yang ingin segera divaksin. 

Akibat kondisi tersebut, petugas Satpol PP Kota Semarang terpaksa membubarkan kerumuman yang terjadi.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan berdasar informasi yang diterimanya, kerumunan terjadi sejak sekitar pukul 06.30 WIB. 

"Kita dapat informasi dari warga, katanya ada kerumunan, makanya kami bubarkan," kata Fajar.

Pembubaran, kata dia, dilakukan agar tak terjadi klaster baru penularan Corona. Apalagi belum lama ini terjadi ledakan kasus Corona di Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus.

Ia tak ingin kasus Corona di Semarang meledak seperti di dua kabupaten itu

"Dalam peraturan wali kota Semarang no 26 tahun 2021 sudah jelas dilarang adanya kerumunan. Apalagi kasus Corona di Kota Semarang sudah tinggi lho, apalagi ada kayak gini, bisa luar biasa jadinya," jelas Fajar.

Dia menegaskan Satpol PP Kota Semarang akan selalu bertindak tegas bila ada kerumunan. 

"Satgas Covid kota di manapun berada akan tegas. Karena kami mendapat mandat dari Wali Kota Semarang," ujar Fajar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semarang kudus demak Virus Corona Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top