Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Sapi di Boyolali Bergerak Naik

Diprediksi jumlah permintaan sapi di tahun ini, akan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juni 2021  |  18:26 WIB
Harga Sapi di Boyolali Bergerak Naik
Sejumlah pedagang dan pembeli saat melakukan transaksi ternak kurban di Pasar Hewan Cepogo Desa Jelok Cepogo Boyolali, Jumat (25/6/2021). - Antara/Bambang Dwi Marwoto
Bagikan

Bisnis.com, BOYOLALI - Harga sapi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menjelang Hari Raya Idul Adha mulai mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor.

"Kenaikan harga sapi sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor dibanding dua pekan sebelumnya," kata Erik Darmadi salah satu pedagang ternak sapi di Pasar Hewan Cepogo Desa Jelok Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jumat (25/6/2021).

Menurut dia, kenaikan harga sapi tersebut terjadi secara bertahap sejak awal bulan Juni hingga sekarang. Hewan sapi bakalan untuk kurban jenis FH misalnya semula hanya dijual sekitar Rp17 juta kini naik menjadi Rp19 juta per ekor, jenis simental semula ditawarkan Rp21 juta per ekor menjadi Rp22 juta per ekor hingga Rp23 juta per ekor.

Bahkan, kata Erik, permintaan hewan ternak sapi saat ini juga sudah mulai meningkat. Dia memprediksi jumlah permintaan sapi di tahun ini, akan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Saya memprediksi permintaan hewan kurban akan meningkat tahun ini. Hal ini, berkaitan dengan kuota haji yang belum dibuka karena pandemi Covid-19. Sehingga, masyarakat kemungkinan banyak yang mengalihkan alokasi dananya ke hewan kurban," kata Erik warga Desa Sukoreko Kecamatan Musuk Boyolali.

Tumar, pedagang sapi lain asal Desa Jrakah Selo Boyolali mengatakan perdagangan hewan ternak sapi yang dipersiapkan untuk kurban memang sudah mulai menggeliat meski masih di tengah pendemi Covid-19.

"Harga sapi hidup rata-rata dijual Rp45.000/kg jika kondisi kurus dan Rp47.000/kg kondisi gemuk," kata Tumar.

Harga hewan ternak sapi hidup untuk kurban minimal beratnya 400 kg per ekor dijual mencapai Rp18 juta per ekor hingga Rp18,8 juta per ekor. Harga itu, mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekornya, kata Tumar.

Menurut dia, jika berat sapi hidup kondisi gemuk mencapai 900 kg rata-rata dijual mencapai Rp42,3 juta per ekor. Namun, masyarakat biasanya membeli sapi untuk kurban rata-rata beratnya sekitar 500 kg dengan harga Rp23,5 juta per ekor.

Sementara untuk harga kambing jantan di Pasar Hewan Cepogo Boyolali, juga mengalami kenaikan antara Rp250.000 hingga Rp400.000 per ekor. Harga kambing untuk kurban rata-rata minimal dijual Rp1,75 juta per ekor hingga Rp3 juta per ekor tergantung kondisi ukuran gemuk.

Sofyan salah satu pedagang kambing di Pasar Hewan Cepogo mengatakan untuk harga kambing mulai merambat naik. Kenaikan harga kambing mulai dari Rp250 ribu hingga Rp400.000 per ekor.

"Saya berharap penjualan hewan sapi dan kambing terus meningkat meski masih pandemi. Saat ini, pedagang dari luar kota juga berdatangan setiap hari," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng sapi boyolali iduladha

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top