Dekranasda Jateng Ajak UMKM Pahami Tren

Saat ini tren furnitur di pasar lokal dan nasional mengarah ke gaya minimalis dan fungsional. Tren tersebut sejalan dengan tren hunian yang juga mengarah ke rumah-rumah kecil untuk pasangan muda.
Ketua Dekranasda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengunjungi stan pameran UKM Virtual Expo 2021 yang diselenggarakan di Surakarta, Selasa (21/9/2021). /Foto: Istimewa
Ketua Dekranasda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengunjungi stan pameran UKM Virtual Expo 2021 yang diselenggarakan di Surakarta, Selasa (21/9/2021). /Foto: Istimewa

Bisnis.com, SURAKARTA —  Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah, khususnya yang bergerak di bidang furnitur, diminta untuk memahami tren yang terus berkembang, agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah secara rutin menggelar pelatihan dan pendampingan kepada UMKM agar bisa memahami perkembangan tren yang diminati oleh para pembeli di berbagai wilayah.

Ketua Dekranasda Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan bahwa saat ini tren furnitur di pasar lokal dan nasional mengarah ke gaya minimalis dan fungsional. Tren tersebut sejalan dengan tren hunian yang juga mengarah ke rumah-rumah kecil untuk pasangan muda.

“Demikian pula jika UMKM mengarah ke pasar ekspor harus perhatikan tren. Misalnya konsumen Jepang suka minimalis karena space terbatas. Belgia sukanya dof bukan glossy,” ujarnya dalam sesi diskusi UKM Virtual Expo yang digelar secara virtual di Bank Jateng cabang Surakarta, Selasa (21/9/2021).

Menurut Atikoh, para pelaku UMKM juga harus terus berpromosi dan mengenalkan produknya kepada khalayak. Di masa pandemi, kegiatan promosi dapat dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan media sosial ataupun bergabung dalam acara pameran virtual.

Selama masa pandemi, Dekranasda Jateng bekerja sama dengan berbagai pihak telah menyelenggarakan pameran virtual untuk menjangkau pembeli dari seluruh wilayah Indonesia, dan bahkan memfasilitasi promosi ke mancanegara seperti Meksiko, Belanda, Jepang, dan Singapura.

“Sekarang pameran ke luar negeri jadi lebih irit karena tidak harus berangkat ke sana. Semua bisa virtual,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dekrasnada Surakarta Selvi Ananda menambahkan bahwa para pelaku UMKM juga perlu terus meningkatkan kapasitas dari sisi desain maupun produksi. Diversifikasi produk juga perlu terus dilakukan.

Selain itu, UMKM juga perlu memanfaatkan teknologi untuk menjangkau para pembeli. Di masa pandemi Covid-19, banyak pameran UMKM diselenggarakan secara online.

Menurut Selvi, furnitur yang dihasilkan oleh UMKM Jateng punya potensi bersaing di pasar internasional karena sudah dikenal memiliki mutu yang baik. Furnitur merupakan salah satu prioritas UMKM yang bisa didorong untuk merambah pasar ekspor.

“Dekranasda berupaya terus membantu. Bulan depan kami akan menyelenggarakan business matching secara virtual, kegiatannya di antaranya meliputi klinik untuk ekspor, talkshow, dan pertemuan virtual dengan buyer,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper