Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembukaan Wisata Umbul Ponggok Klaten, Antrean Wisatawan Tak Terhindarkan

Jumlah pengunjung yang masuk masih dibatasi sebanyak 25 persen dari total kapasitas kunjungan di objek wisata tirta tersebut.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 04 Oktober 2021  |  16:25 WIB
Petugas mengecek kondisi kolam tempat wisata air di Umbul Cokro, Tulung, Klaten, Jawa Tengah, Senin(1/9/2021). Meskipun Kabupaten Klaten turun ke level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), lokasi wisata air di daerah tersebut masih ditutup bagi wisatawan. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho.
Petugas mengecek kondisi kolam tempat wisata air di Umbul Cokro, Tulung, Klaten, Jawa Tengah, Senin(1/9/2021). Meskipun Kabupaten Klaten turun ke level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), lokasi wisata air di daerah tersebut masih ditutup bagi wisatawan. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho.

Bisnis.com, KLATEN – Pembatasan pengunjung yang dilakukan selama simulasi pembukaan objek wisata Umbul Ponggok di Klaten masih menimbulkan antrean.

Junaedi Mulyono, Kepala Desa Ponggok, mengatakan simulasi di Umbul Ponggok sejak 3 September 2021 lalu. Selama simulasi tersebut, jumlah pengunjung dibatasi hanya 25 persen dari total kapasitas kunjungan. Artinya, dalam sekali kunjungan, objek wisata tirta tersebut hanya bisa melayani 100 orang dari kapasitas asli sebesar 400 orang wisatawan.

“Biasanya terjadi karena adanya pengunjung yang datang secara rombongan. Kalau perorangan, dapat masuk setelah adanya pengunjung yang meninggalkan lokasi. Ada petugas khusus yang menghitung jumlah pengunjung, sehingga pengunjung yang menunggu dapat bergantian menikmati wisata Umbul Ponggok,” jelas Junaedi, seperti dikutip Bisnis dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Klaten, Senin (4/10/2021).

Untuk mengatasi antrean tersebut, pengelola objek wisata Umbul Ponggok telah menyiapkan tempat khusus bagi wisatawan yang mengantre. Diharapkan, langkah tersebut dapat mengurangi potensi terjadinya kerumunan di pintu masuk objek wisata.

Selain membatasi jumlah kunjungan wisatawan, selama simulasi tersebut wisatawan yang ingin berkunjung ke Umbul Ponggok mesti memenuhi sejumlah persyaratan. “Setiap pengunjung harus mengikuti screening dan mengisi form data diri dan kesehatan, termasuk menunjukkan bukti sudah mengikuti vaksinasi Covid-19,” jelas Junaedi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Klaten, Sri Nugroho, menyebut bahwa simulasi tersebut sudah sesuai dengan standard operational procedure (SOP) yang berlaku.

Beberapa SOP yang mesti dipenuhi pengelola selama simulasi pembukaan objek wisata antara lain mewajibkan pengunjung untuk mencuci tangan, memakai masker, serta menunjukkan surat keterangan sudah melakukan vaksinasi.

Jarak antar tempat duduk di lokasi wisata juga mesti diatur sedemikian rupa. Begitu pula dengan akses masuk dan keluar objek wisata, mesti melewati dua jalur yang berbeda.

“Yang perlu diperhatikan pengelola untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan dan saat buka harus tertib membatasi jumlah pengunjung sesuai aturan yang diberlakukan oleh pemerintah,” jelas Sri Nugroho.

Dalam catatan Bisnis, persoalan antrean wisatawan sudah menjadi bahan evaluasi sejak awal diberlakukannya simulasi pembukaan Umbul Ponggok. Pada September lalu, Sri Nugroho sempat memberikan evaluasi agar pengelola dapat memanfaatkan aplikasi Peduli Lindungi serta kartu vaksinasi untuk mempermudah pemeriksaan wisatawan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata jateng klaten Adaptasi Kebiasaan Baru Pedulilindungi

Sumber : klatenkab.go.id

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top