Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Membangun Jejaring dan Peluang Bisnis di Co-working Space

Ruang kerja bersama diyakini mampu meningkatkan geliat ekonomi kreatif di Tanah Air.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 18 Desember 2021  |  17:38 WIB
Suasana Hetero Space Solo. - BISNIS/Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Suasana Hetero Space Solo. - BISNIS/Muhammad Faisal Nur Ikhsan

Bisnis.com, SURAKARTA — Co-working space, atau ruang kerja bersama, menjadi kosa kata baru yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Sesuai dengan namanya, ruang ini merupakan tempat untuk mempertemukan banyak orang yang punya kebutuhan terhadap ruang untuk bekerja dan berkarya.

Sebuah co-working space umumnya menyediakan ruang-ruang yang bisa digunakan secara privat, serta ruang komunal yang bisa dimanfaatkan bersama. Konsep ruang kerja bersama memungkinkan terjadinya interaksi antar para pengguna ruang tersebut, sehingga membuka peluang kolaborasi dan kerja sama.

Victor Pundhi, Manager El Samara Coworking Space, mengatakan bahwa selama mengelola ruang kerja bersama yang berlokasi di Kota Surakarta tersebut, ia menyaksikan kolaborasi yang bermunculan dari sesama pelanggan.

Guna memantik komunikasi antar sesama penghuni ruang kerja bersama, menurut Victor, pengelola co-working space dituntut aktif menyelenggarakan aktivitas bersama seperti diskusi.

“Potensinya banyak karena para pengguna co-working space itu kan punya passion masing-masing yang berbeda-beda, sehingga di sini ada banyak koneksi. Bisa saling terhubung, dan membuka peluang kolaborasi,” ujarnya dalam sesi talkshow Kolaborasi Kampus dan Industri Kreatif, Mau Dibawa ke Mana? yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Hetero Fest, Sabtu (18/12/2021).

Hetero Fest merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan untuk meresmikan pembukaan Hetero Space Solo, sebuah ruang kerja bersama yang dikelola oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, bekerja sama dengan Impala. Sebelumnya, Hetero Space telah dibuka di Semarang pada 2020.

Dua tahun berdiri, Hetero Space di Semarang yang diinisiasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu berhasil membina sekitar 3.000 UMKM. Mereka dibina, agar menjadi usaha mikro kecil dan menengah yang melek teknologi, dan memanfaatkan kecanggihan dunia maya. Sementara, di bidang usaha rintisan atau start-up, ada sekitar 1.000 usaha yang dibina.

Khaleed Hadi Pranowo, Pendiri Impala Network sekaligus Direktur Hetero Incubator Jawa Tengah, mengaku optimistis bahwa Hetero Space bisa meningkatkan geliat ekonomi kreatif di Tanah Air.

“Kalau kita ngomongin Hetero Space, itu sebetulnya adalah ecosystem builder. Kenapa Hetero Space itu Ada? Karena kita percaya bahwa Indonesia akan menjadi sebuah negara yang akan bersaing dengan dunia ketika kita memiliki kekuatan dari ekonomi kreatifnya,” ucapnya.

Hetero Space Solo menempati lahan seluas 1.500 meter persegi di Jl Jenderal Urip Sumoharjo No 92, Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Surakarta. Ruang kerja bersama ini sebelumnya merupakan gedung milik Dinas Pekerjaan Umum, yang telah direnovasi untuk menyediakan ruang-ruang yang dibutuhkan, serta membangun suasana yang lebih ‘muda’.

Hetero Space Solo memiliki sejumlah ruangan, seperti Komunal Area, Maker Space, Private Office, Meeting Room, Studio, serta Event Space.

Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Hatta Hatnansya Yunus, berharap ruang kerja bersama tersebut dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha rintisan atau start-up dan UMKM untuk saling bertemu dan berjejaring.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jateng coworking space
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top