Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Klaten Kucurkan Bantuan UMKM Rp2,9 Miliar

Bantuan keuangan ke para pelaku usaha sebagai stimulan di tengah pandemi Covid-19.
Ponco Suseno
Ponco Suseno - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  10:50 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, KLATEN — Pemkab Klaten mengucurkan bantuan senilai Rp2,9 miliar ke 5.955 pelaku usaha mikro di aula Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Klaten, Rabu (29/12/2021). Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi para pelaku usaha mikro di tengaah pandemi Covid-19.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan ribuan pelaku usaha mikro yang memperoleh bantuan kali ini merupakan para pelaku usaha yang belum pernah menerima kucuran bantuan apapun di waktu sebelumnya. Setiap pelaku usaha mikro memperoleh bantuan senilai Rp500.000.

“Kami berharap, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah alat atau modal usaha. Semoga, juga dapat mempercepat pemulihan ekonomi di Klaten,” kata Sri Mulyani di aula Disdagkop dan UKM Klaten, Rabu (29/12/2021).

Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Disdagkop dan UKM Klaten, Supriyanto, mengatakan bantuan keuangan ke para pelaku usaha sebagai stimulan di tengah pandemi Covid-19. Sebanyak 5.955 pelaku usaha mikro yang memperoleh bantuan kali ini tersebar di 26 kecamatan di Klaten.

“Semoga dapat mendorong kebangkitan ekonomi. Bisa juga menambah permodalan bagi para pelaku usaha mikro,” katanya.

Salah seorang penerima bantuan keuangan senilai Rp500.000 dari Pemkab Klaten, yakni Warsito, 49, mengaku sangat terbantu dengan kucuran dana segar tersebut. Setidaknya, pria yang berusaha sebagau tukang reparasi televisi ini dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam beberapa waktu ke depan.

“Saya memang belum pernah memperoleh bantuan. Hari ini memperoleh bantuan senilai Rp500.000. Uang ini nanti akan saya gunakan untik memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terlebih dahulu,” kata warga Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, tersebut.

Warsito mengatakan munculnya pandemi Covid-19 telah berdampak negatif ke usaha reparasi televisi yang telah digeluti sejak tahun 1992. Sebelum muncul pandemi Covid-19, ayah dari dua anak tersebut mampu mengantongi pendapatan senilai Rp3 juta per bulan.

“Saat pandemi Covid-19, pendapatan saya anjlok hingga 50 persen. Banyak orang yang tidak memperbaili televisi meski sudah rusak. Di tengah pandemi seperti sekarang, orang pilih memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terlebih dahulu dibandingkan harus memperbaiki televisi,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan Kabupaten Bersinar masih berstatus zona hijau Covid-19 hingga, Selasa (28/12/2021). Hingga waktu tersebut, di Klaten tak ada penambahan kasus Covid-19 atau pun pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

“Tidak ada kasus aktif Covid-19 di Klaten. Jumlah kasus kumulatif Covid-19 di Klaten mencapai 34.833 kasus. Sebanyak 31.910 orang dinyatakan telah sembuh dan 2.923 orang telah meninggal dunia,” kata Cahyono Widodo, Selasa (28/12/2021) malam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jateng klaten

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top