Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NTP Naik, Petani Jateng Mendulang Untung

Petani di Jawa Tengah menikmati kenaikan harga komoditas di penghujung tahun 2021.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  15:38 WIB
Ilustrasi. - Antara/Ampelsa
Ilustrasi. - Antara/Ampelsa

Bisnis.com, SEMARANG – Petani di Jawa Tengah sedang menikmati berkah pada penghujung tahun 2021 kemarin. Pasalnya, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2021 mengalami kenaikan 1,82 persen (m-to-m).

“Hal ini perlu disyukuri, ini menandakan kalau (NTP) di atas 100 berarti terjadi perubahan kesejahteraan petani ke arah yang lebih baik,” jelas Adhi Wiriana, Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/1/2022).

Secara umum, NTP di Jawa Tengah pada bulan Desember 2021 berada di angka 103,18 poin. Angka tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai wilayah dengan NTP tertinggi se-Pulau Jawa. Meskipun demikian, perlu jadi catatan bahwa angka tersebut masih berada di bawah angka rata-rata nasional dengan posisi 108,34 poin.

Dalam paparan perkembangan NTP di Jawa Tengah yang diselenggarakan secara daring, Adhi menjelaskan bahwa kinerja positif pertanian terlihat dari peningkatan NTP di sejumlah sektor usaha. “Ini terjadi hampir di seluruh komoditas atau sub-sektor pertanian, kecuali di budi daya ikan,” ucapnya.

Perubahan NTP tertinggi dialami petani hortikultura dengan kenaikan 7,34 persen dibandingkan bulan November 2021. NTP pada bulan Desember 2021 pada sub-sektor tersebut berada di posisi 107,35 persen dimana indeks harga yang diterima petani sayur-sayuran mengalami pertumbuhan 10,08 persen (m-to-m). 

Menurut Adhi, kenaikan harga pada beberapa komoditas ikut mengerek kenaikan pendapatan petani di Jawa Tengah. Setidaknya, pada Desember 2021 kemarin, BPS Provinsi Jawa Tengah mencatat kenaikan harga pada sektor komoditas cabai rawit, jagung, ketela pohon, kacang tanah, petai, brokoli, sawi hijau, terung, pala biji, kakao, telur ayam ras, ayam ras pedaging, gurame, lele, ikan mas, ikan gabus, cumi-cumi, kerapi, serta layur.

“Untuk Gabah Kering Giling (GKG) dari 88 observasi yang kita lakukan ternyata terjadi kenaikan harga dari Rp5.100/kg jadi Rp5.135,80/kg. Ini sudah terjadi perbaikan yang lebih baik. Sementara Gabah Kering Panen (GKP) juga terjadi kenaikan, mungkin karena disebabkan bukan bulan panen, kelihatan terjadi kenaikan dari RP4.556/kg menjadi Rp4,687./kg untuk GKP,” jelas Adhi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng petani
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top