Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ganjar Sebut 4.350 Dosis Vaksin di Jateng Kedaluwarsa

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah berkomunikasi dengan BPOM terkait dengan 4.350 dosis vaksin yang telah kedaluwarsa hingga Kamis, (13/1).
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  16:36 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan kepada wartawan  -  istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan keterangan kepada wartawan - istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan hingga Kamis, (13/1) sebanyak 4.350 dosis vaksin di Jawa Tengah telah kedaluwarsa.

Rinciannya di Brebes 120 dosis, Jepara 10 dosis, Klaten 20 dosis, Magelang 350 dosis, Pemalang 2.270 dosis, Purworejo 1.290, Tegal 40 dosis, dan Salatiga 250 dosis.

“Ini sudah ada yang konfirmasi umpama yang Purworejo, fisiknya sudah selesai tapi update di [aplikasi] smile belum. Saya minta ditanyakan satu-satu. Jangan sampai banyak-banyak yang kedaluwarsa, jangan sampai puluhan ribu,” tegasnya, Jumat (14/1/2022).

Ia menegaskan, stok vaksin yang masih dan kedaluwarsa kemarin, kata Ganjar sudah dikumpulkan. Ganjar pun telah berkomunikasi dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait kelayakan vaksin tersebut.

“Vaksin sudah dikumpulkan, kita minta ke BPOM apakah kalau tanggal kedaluwarsa pada tanggal itu tu betul-betul vaksin tidak bisa digunakan apakah masih ada jeda,” katanya.

Ganjar mengatakan, jika BPOM menyebut stok tersebut masih bisa digunakan maka akan digunakan untuk vaksinasi boosting yang saat ini sudah dijalankan.

“Kalau masih ada jeda kita manfaatkan, toh sekarang ada kebijakan boosting, kita bisa boosting buat yang lain. Eman-eman kalau tidak,” ujarnya.

Di sisi lain, Ganjar juga kembali mengingatkan kepada daerah untuk selalu menginput data vaksin ke aplikasi smile. Apalagi menurut catatannya, ada vaksin yang akan kedaluwarsa pada tanggal 15 dan 30 Januari.

“Kita sudah cek langsung ke sana agar semua menyiapkan betul untuk dikebut. (Dinkes) masih mendata. kemarin sudah ada informasi ke saya, saya minta klarifikasi, kalau tidak jangan-jangan ada problem input data,” katanya.

Terkait vaksin booster, Ganjar mengatakan saat ini baru Kota Semarang yang sudah melaksanakan. Pemprov Jateng, lanjut Ganjar konsentrasinya kepada lansia dan komorbid. Sejalan dengan itu, persiapan untuk vaksinasi booster dilakukan.

“Kita siap-siap aja maka kalau tadi yang belum terserap dan masih bagus itu bisa dipakai untuk boosting. Kan kaya moderna, jhonson and jhonson, astrazeneca yang tokyo waktu itu banyak yang milih-milih, maunya sinovac. Ini yang ada kalau sudah diizinkan, suntikkan saja semuanya,” katanya. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah vaksinasi Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top