Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Imlek, Stok Daging di Kota Semarang Dipastikan Aman

Dinas Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan koordinasi serta operasi pasar untuk melihat kondisi di lapangan. Keduanya mengklaim ketersediaan serta harga daging jelang imlek masih normal.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  20:06 WIB
Ilustrasi - Freepik.com
Ilustrasi - Freepik.com

Bisnis.com, SEMARANG - Stok dan harga daging jelang perayaan Imlek di Kota Semarang dipastikan masih pada tingkatan aman dan normal. Jumat pekan lalu, Dinas Pertanian Kota Semarang telah memantau langsung kondisi tersebut.

"Dari pantauan kami di lapangan, sementara ini tidak terjadi lonjakan yang berarti. Artinya, stok secara umum masih terpenuhi dan ada semuanya. Termasuk daging-daging untuk keperluan Imlek, seperti daging babi dan sebagainya. Masih aman tercukupi," jelas Hernowo Budi Luhur, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Senin (31/1/2022).

Hernowo menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan tersebut telah dilakukan secara rutin oleh Dinas Pertanian Kota Semarang. Pemantauan juga dilakukan untuk daging-daging yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) di wilayah Kota Semarang juga dari luar daerah.

"Itu tiap malam mereka pasti akan melaporkan kondisi dagingnya di kantor kami. Dari situ mereka akan kita berikan surat keterangan sehat tentang daging itu, baru dijual ke pasar," jelas Hernowo.

Dinas Pertanian Kota Semarang juga melakukan pemantauan secara berkala di pasar-pasar untuk memastikan pedagang daging memiliki surat-surat resmi. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan serta kualitas daging yang dijual di Kota Semarang. "Termasuk juga melihat kecukupan dari daging yang dipotong dari RPH," tambahnya.

Berdasarkan catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, per 31 Januari 2022, harga daging sapi has dalam di Kota Semarang masih berkisar di angka Rp133.600 per kilogram. Sementara itu, harga rata-rata daging sapi paha belakang adalah Rp123.400 per kilogram. Untuk daging ayam broiler dan ayam kampung, harga rata-ratanya masing-masing Rp35.400 dan Rp80.000.

Harga rata-rata daging sapi paha belakang di Semarang dijual dengan harga di atas rata-rata tingkat provinsi. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, daging sapi paha belakang di Jawa Tengah dibandrol dengan harga rata-rata Rp118.300 per kilogram.

Sementara itu, untuk daging ayam ras, harga rata-rata di Kota Semarang justru jauh lebih murah dibanding rata-rata provinsi. Dimana di tingkat provinsi, daging ayam ras dijual dengan harga rata-rata Rp36.400 per kiogram.

Pemantauan stok serta harga keperluan pokok masyarakat juga dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang. "Kami melakukan koordinasi dulu dengan Satgas Ketahanan Pangan. Kebetulan kondisi kemarin saya juga mengundang asosiasi toko modern. Jadi untuk kebutuhan menghadapi Imlek ini insyaallah aman," jelas Bambang Pramusinto, Kepala Dinas Ketahanan Kota Semarang.

Untuk memudahkan pemantauan, Bambang menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya akan mengembangkan Sistem Ketahanan Pangan Terpadu. Dimana masyarakat bisa melakukan pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok secara real-time. "Supaya masyarakat itu kalau ada fenomena seperti sekarang ini tidak panik," jelas Bambang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging sapi harga daging daging ayam
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top