Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Radikalisme, FKPT Jateng Ajak Pemuda Tingkatkan Imunitas Kebangsaan

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mengajak semua pihak terutama anak muda untuk meningkatkan imunitas kebangsaan.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  12:26 WIB
Acara Ekspresi Indonesia Muda yang digelar FKPT bekerjasama dengan BNPT di Semarang - Istimewa
Acara Ekspresi Indonesia Muda yang digelar FKPT bekerjasama dengan BNPT di Semarang - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Aksi radikalisme yang mengancam keutuhan bangsa menjadi perhatian serius berbagai kalangan.

Menyikapi hal itu, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah mengajak semua pihak, terutama kalangan anak muda untuk memperkuat imunitas kebangsaan.

"Mari bersama-sama meningkatkan imunitas kebangsaan. Anda ini aset masa depan; syubbanul yaum rijaalul ghod. Pemuda hari ini pemimpin di masa depan. Mari bersama-sama melakukan sinergitas menjaga keutuhan NKRI," ajak Ketua FKPT Jawa Tengah Prof Dr Syamsul Ma'arif dalam acara Ekspresi Indonesia Muda di Hotel MG Suites Semarang, Rabu (30/3/2022).

Dihadapan ratusan mahasiswa, Guru besar UIN Walisongo Semarang itu menegaskan bahwa pelibatan kelompok pemuda sangat penting dilakukan di era masuknya terpaan narasi-narasi kebencian yang merobek-robek keutuhan negara saat ini.

Prof Syamsul juga menyebut bahwa Indonesia adalah ka al-jannah fiddunnya, surga di dunia.

"Kita memiliki bonus demograsi yang luar biasa. Indonesia juga sangat multikultural. Dari data yang kami catat, 64 persennya adalah pemuda dari 297 juta penduduk Indonesia. Namun 85 persen pemuda itu masuk ke dalam rentan terpaan radikalisme yang berusia produktif dari 17-45 tahun," lanjutnya.

Maka pihaknya mengajak pemuda untuk melakukan kolaborasi dalam menangkal ideologi yang tidak sesuai Pancasila.

"Kita memang masih zona merah dalam angka Covid-19 (meskipun sudah mulai menurun) dan di Kota Semarang juga masuk zona merah untuk radikalisme. Mari kita lawan paparan COVID-19 dan paparan radikalisme bersama-sama. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh," tegas dia.

Sementara itu, Sub Koordinator Partisipasi Masyarakat BNPT, Maira Himadhani, mengatakan bahwa ada dua virus yang harus diwaspadai, yaitu virus COVID-19 dan virus radikalisme terorisme.

"Melalui kegiatan ini juga kami ajak pemuda untuk bangkit terhadap gerakan yang meruntuhkan keutuhan NKRI," tegas dia.

Dijelaskan pula, bahwa terorisme adalah tindak pidana luar biasa yang menjadi perhatian dunia. Kejahatan terorisme juga melanggar Hak Asasi Manusia.

"Terorisme tidak terkait dengan agama tertentu. Karena tidak ada agama tertentu yang mengajarkan radikalisme dan terorisme. Maka terorisme tidak melekat pada agama tertentu. Terorisme menjadi persoalan kita bersama yang harus dicegah dan dihilangkan," jelas Maira.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah radikalisme
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top