Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspedisi Kuliner Solo: Cicipi Sosis Klasik & Mampir ke Restoran Legend

Perjalanan tim Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo berlanjut menyambangi restoran legendaris serta toko yang menjual kuliner klasik sebagai oleh-oleh.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  18:04 WIB
Foto: Berbagai hidangan yang ditawarkan di Restoran Kusuma Sari Solo dan dicicipi Tim Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo, Selasa (29/3/2022). (Solopos.com - Jafar Shodiq)
Foto: Berbagai hidangan yang ditawarkan di Restoran Kusuma Sari Solo dan dicicipi Tim Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo, Selasa (29/3/2022). (Solopos.com - Jafar Shodiq)

Bisnis.com, SOLO — Perjalanan tim Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo, Selasa (29/3/2022) berlanjut. Kali ini kami menyambangi restoran legendaris serta toko yang menjual kuliner klasik sebagai oleh-oleh. Tempat yang pertama kami kunjungi adalah outlet Sosis Gajahan yang menjual camilan klasik berupa sosis solo. Usaha ini dirintis Ridho Taqabalallah, 37, sejak 2018.

“Tahun 2018 saya mulai merintis Sosis Gajahan sebagai oleh-oleh khas Solo di mana menurut data yang kami punya sosis Solo merupakan oleh-oleh khas sejak dulu kala,” ujar dia, Selasa (29/3/2022) pagi.

Sosis Klasik 

Berbeda dengan sosis tradisional, pemuda yang sempat menjadi wartawan itu membuat kemasan Sosis Gajahan lebih bagus. Tujuannya untuk mengangkat citra sosis khas Solo sekaligus memudahkan pembeli yang ingin membawanya sebagai oleh-oleh.


“Saya kemas sosis dari makanan pendamping menjadi oleh-oleh khas Solo. Jadi bisa dikatakan leader untuk sosis Gajahan. Karena tempat lahir saya di Gajahan, saya pakai nama kampung untuk nama sosis. Bedanya dengan sosis Solo, lebih ke packaging. Dulu sebatas plastik kalau makan di soto atau di timlo, kemasan plastik atau mika. Sekarang saya kemas sedemikian rupa jadi oleh-oleh yang banyak disukai orang,” terang Ridho. 

Foto: Sosis Gajahan khas Solo yang dicicipi Tim Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo di hari kedua perjalanan, Selasa (29/3/2022) (Solopos.com/Jafar Shodiq)


Tak sampai di situ saja, dia juga mengurus sertifikasi halal sosis Gajahan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikasi halal sangat penting untuk memberikan label bahwa makanan ini terbuat dari daging yang halal dikonsumsi, yaitu ayam dan sapi.
Lagi-lagi apa yang dilakukan Ridho bisa dibilang menjadi langkah penting dalam mengangkat citra sosis Solo. Sebab sosis Gajahan merupakan sosis pertama di Solo yang bersertifikat halal.


“Dan ini jadi leader juga untuk sosis pertama yang sudah punya sertifikat halal MUI,” ungkap dia.
Empat tahun berjalan, usaha Sosis Gajahan yang dirintis Ridho semakin diterima di pasaran. Saat ini dia telah memiliki tiga outlet, yaitu di Jl Brigjend Sudiarto Gading, di dekat Srabi Notosuman, dan Rest Area KM 456 Salatiga.


Restoran Legendaris


Selanjutnya tim ekspedisi kuliner melanjutkan perjalanan ke salah satu restoran legendaris di Kota Solo, yaitu Kusuma Sari. Restoran ini mulai beroperasi pada 1970 dalam bentuk katering.

“Lama kelamaan banyak teman eyang yang kepingin makan menu Kusuma Sari yang tidak pas ada undangan tok. Akhirnya Kusuma Sari buka restoran tahun 1989 an di dekat Jl. Slamet Riyadi Solo,” ujar Herwita Titi Sekartaji, 37, Direktur HRD Kusuma Sari Solo, Selasa (29/3/2022).


Tita menjelaskan Restoran Kusuma Sari Solo pada awalnya hanya berada pinggir Simpang Empat Jl. Slamet Riyadi dengan Jl Yos Sudarso atau Prapatan Nonongan Solo. Tapi dalam perkembangannya manajemen restoran membuat pengembangan di pinggir Jl. Yos Sudarso, tepatnya di sebelah selatan bangunan awal.


Adapun jenis makanan yang disajikan di Restoran Kusuma Sari Solo antara lain; Asian food, sup, salad, steak, hot plate, dan aneka snack. Sedangkan minumannya ada jus buah, float, es krim, dan lainnya.
“Yang es krim ini sudah kami rebranding menjadi Es Krim Charmo, kami ambil dari nama Mbah Buyut kami, Ki Mangoen Tjarmo,” kata dia. Dari sisi rasa, es krim Kusuma Sari menawarkan beberapa varian kesukaan anak-anak. Jadi sangat tepat mengajak anak-anak kulineran di Kusuma Sari.


Dari sisi layanan digital, digitalisasi pembayaran telah diterapkan di restoran tersebut untuk memudahkan para pembeli. Di era digital seperti sekarang orang tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak yang terkadang merepotkan. Cukup dengan pembayaran digital, transaksi bisa dilakukan.


Kepala Bank Indonesia (BI) Cabang Solo, Nugroho Joko Prastowo, saat berbincang dengan Tim Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo, Selasa, mengatakan bertransaksi di sebagian destinasi kuliner khas Solo kini tidak perlu lagi mengeluarkan dompet dan uang. Cukup menggunakan HP, scan QRIS, dan selesai. 

Foto: Tim Ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo membayar dengan OVO di Angkringan Omah Semar, Solo, Senin (28/3/2022) 


Pedagang diuntungkan dengan QRIS. Bayar melalui QRIS bisa dilakukan dengan berbagai pilihan fasilitas mulai dari mobile banking hingga dompet digital seperti OVO. Sebab mereka tidak perlu takut mendapatkan uang palsu dari transaksi tunai. “Bayar pakai QRIS itu cepat tidak perlu cari kembalian, pedagangnya juga tidak perlu takut dapat uang palsu. Ini kan juga pas di masa pandemi Covid-19, bisa membantu dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah,” urainya.


Sebagai informasi, ekspedisi Surga Kuliner Kota Solo merupakan kolaborasi Solopos Media Group dengan OVO dan didukung Rumah Makan Adem Ayem. OVO yang merupakan bagian dari ekosistem Grab membantu pengusaha kuliner menjadi bagian ekonomi digital. Terlebih dengan adanya layanan pesan antar kuliner yang mencakup berbagai makanan khas Solo melalui GrabFood.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner ekspedisi
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top