Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTSa Putri Cempo Buka Kemungkinan Impor Sampah

Sampah-sampah itu diharapkan bisa dipasok dari daerah-daerah lain di sekitar Solo.
Gigih Windar Pratama
Gigih Windar Pratama - Bisnis.com 16 Mei 2022  |  09:40 WIB
Suasana di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) gas metana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019). - Antara/Aditya Pradana Putra
Suasana di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) gas metana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, SOLO — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo mewacanakan untuk impor sampah dari luar kota untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo.

Sampah yang saat ini menggunung di TPA Putri Cempo diperkirakan habis diolah oleh PLTSa dalam waktu lima tahun ke depan. Maka untuk mengoptimalkan PLTSa, dibutuhkan lebih banyak sampah untuk diolah menjadi energi listrik.

Sampah-sampah itu diharapkan bisa dipasok dari daerah-daerah lain di sekitar Solo. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo Arthaty Mulatsih menyebut PLTSa di TPA Putri Cempo butuh banyak sampah.

“Wacana tersebut berkaitan dengan adanya PLTSa yang didirikan di TPA Putri Cempo. Sampah yang dibutuhkan untuk operasional mencapai 545 ton/hari,” ungkapnya mengenai alasan Solo impor sampah.

Pada sisi lain, lanjut Arthaty, jumlah sampah yang masuk ke TPA baru 300 ton/hari. Kekurangan 245 ton/hari diambil dari sampah lama yang menumpuk di TPA. Diperkirakan tumpukan sampah lama akan habis dalam waktu lima tahun.

“Sehingga ke depan akan bekerja sama dengan daerah sekitar. Ini merupakan simbiosis mutualisme. Sampah di sekitar Kota Solo dapat dikirim ke TPA sehingga bisa mengurangi permasalahan sampah secara regional,” ujarnya.

Senada dengan Arthaty, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Gatot Sutanto, juga menyebut kebutuhan sampah untuk pengelolaan PLTSa menjadi alasan TPA Putri Cempo impor sampah.

“Itu terkait operasional PLTSa yang membutuhkan sampah sekitar 450 ton per hari. Sedangkan saat ini sampah Kota Solo baru sekitar 300 ton per hari. Namun tumpukan sampah di TPA Putri Cempo [sekitar 17 hektare] saat ini dapat dipakai sebagai penambah kekurangan yang ada,” ujarnya.

Mengenai bentuk kerja sama impor sampah, masih akan dibahas DLH Solo dengan daerah lain yang akan menjadi pemasok. Saat ini, DLH masih fokus pada persiapan pengoperasian PLTSa Putri Cempo.

Seperti diberitakan, pembangunan PLTSa di TPA Putri Cempo oleh PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) ditargetkan kelar dan beroperasi mulai tahun ini. Teknologi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik menggunakan bio-drying.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Solo sampah pltsa

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top