Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nasib Bisnis Masker di Tengah Pelonggaran

Penjualan masker sudah tak seramai dulu.
Magdalena Naviriana Putri
Magdalena Naviriana Putri - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  11:14 WIB
Pedagang masker di kawasan simpang The Park, Deni Rahmawanto, 26, di lapaknya, Minggu (22/5/2022). - JIBI/Magdalena Naviriana Putri.
Pedagang masker di kawasan simpang The Park, Deni Rahmawanto, 26, di lapaknya, Minggu (22/5/2022). - JIBI/Magdalena Naviriana Putri.

Bisnis.com, SUKOHARJO — Penjual masker di sejumlah kawasan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah optimistis penjualan tidak akan berkurang drastis meskipun pemerintah melonggarkan pemakaian masker di luar ruangan.

“Kalau pembeli saya biasanya yang sudah langganan. Rata-rata dari tenaga medis atau pegawai mal. Kalau mereka katanya masih akan tetap menggunakan masker [meskipun ada pelonggaran kebijakan],” kata Aris, 45, saat ditemui JIBI di lapak tenda miliknya di Jl. Ir. Soekarno Solo Baru, Sukoharjo, Minggu (22/5/2022).

Aris mengatakan penjualan masker sudah tak seramai dulu. Tetapi, ia masih akan melakoni pekerjaan tersebut. Aris mampu mendapatkan omzet Rp500.000 sampai Rp1 juta dalam sehari.

Omzet itu, katanya, menurun apabila dibandingkan pada awal penjualan masker. Ia menyampaikan bisa mendapatkan Rp2 juta dalam sehari.

“Tapi ya seharian kerjanya. Saya buka dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Tapi rumahnya dekat jadi bisa wara-wiri,” jelas Aris yang sudah dua tahun berjualan masker.

Dia mendapat pasokan masker langsung dari pabrik. Harga masker yang dijual pun beragam dari Rp10.000 hingga Rp50.000 per kotak tergantung jenis masker.

Hal senada disampaikan pedagang lain di kawasan dekat The Park Mall Solo Baru Sukoharjo, Deni Rahmawanto, 26. Ia mengaku akan terus berjualan meskipun pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran memakai masker.

“Masih [akan tetap berjualan]. Kan kebijakannya hanya untuk yang di luar ruangan. Kalau di dalam [ruangan] kan masih pakai [masker]. Jadi pasti masih tetap ada yang membeli,” kata Deni yang mengaku mantan karyawan salah satu perusahaan itu.

Pria asal Klaten, Jawa Tengah itu mulai menjual masker sejak pandemi Covid-19. Ia menjadi salah satu pegawai yang terdampak pandemi Covid-19, yakni pengurangan pegawai.

Deni mulai membuka lapak dari pukul 08.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB. “Tidak keliling. Mangkal tetap di sini. Baru pulang ke Klaten,” jelas pria yang menjual masker menggunakan mobil itu.

Dalam sehari, Deni mengaku dapat menjual 40 box masker dengan kisaran harga Rp10.000 hingga Rp40.000. Penjualan itu menurun drastis apabila dibandingkan saat awal pandemi. Ia bisa menjual hingga 300 box masker dalam sehari.

Ditanya soal menurunkan harga masker, ia menyampaikan tidak bisa melakukannya. Pertimbangannya harga jual masker sudah menggunakan harga batas bawah.

“Ini sudah paling bawah [harganya]. Dulu satu box Rp45.000 sekarang sudah Rp10.000. Jadi kalau mau menurunkan harga lagi sudah tidak bisa,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Solo masker Covid-19 PPKM Darurat

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top