Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bencana Hidrometeorologi Banyak Terjadi di DIY Sepanjang Mei

Musim kemarau basah akibat fenomena La Nina menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana hidrometeorologi. BPBD DIY menyebut ada 181 jiwa yang terdampak.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 15 Juni 2022  |  22:47 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG - Wilayah DI Yogyakarta menghadapi sejumlah bencana hidrometeorologi sepanjang bulan Mei 2022 lalu. Beberapa bencana yang terjadi antara lain angina kencang, tanah longsor, banjir, kebakaran, serta gempa bumi.

“Kejadian masih didominasi oleh kejadian hidrometeorologi dimana kondisi dan situasi cuaca saat ini harusnya musim kemarau ternyata diiringi dengan kemarau basah karena pengaruh fenomena La Nina,” jelas Indrayanto, Supervisor Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta, Rabu (15/6/2022).

Indrayanto menjelaskan bahwa ada 20 kejadian angin kencang di wilayah DI Yogyakarta pada bulan Mei 2022 lalu. Ada 14 kejadian yang tercatat di Kulonprogo, tiga kejadian di Kota Yogyakarta, dua kejadian di Sleman, serta satu kejadian di Gunung Kidul.

“Adapun untuk tanah longsor juga masih didominasi oleh Kabupaten Kulonprogo dengan enam kejadian sedang Kabupaten Sleman satu kejadian dan Kota Yogyakarta ada satu kejadian,” jelas Indrayanto.

Untuk bencana kebakaran, baik di Gunung Kidul, Kulonprogo, Sleman, maupun Kota Yogyakarta masing-masing dilaporkan mengalami dua kejadian. Sehingga, total pada Mei 2022, ada delapan kejadian kebakaran di DI Yogyakarta.

“Kejadian banjir ada satu kejadian di Kabupaten Kulonprogo, sedangkan gempa bumi yang tidak dirasakan ada 53 kejadian dan kejadian-kejadian gempa di bawah 5 skala Richter masih tetap kita pantau pergerakannya untuk wilayah DI Yogyakarta,” jelas Indrayanto.

Indrayanto juga menyampaikan bahwa bencana yang terjadi tersebut menyebabkan beberapa kerusakan, utamanya pada infrastruktur. Dilaporkan ada 29 infrastruktur yang rusak, yaitu 12 km jalan. “Dan delapan titik jalan rusak ringan, satu titik jalan rusak sedang, lima titik talud rusak, dan dua drainase dan satu tandon air rusak,” tambahnya.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah DI Yogyakarta juga menumbangkan 43 pohon. Kerusakan juga dialami sejumlah bangunan mulai dari rumah warga, gudang, tempat usaha, hingga fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.

BPBD Provinsi DI Yogyakarta mencatat sejumlah bencana yang terjadi pada Mei 2022 memberikan dampak bagi 181 jiwa di wilayah tersebut. Indrayanto melaporkan ada satu jiwa yang mengalami luka ringan.

“Adapun penanganan dari semua kejadian sudah dilakukan dan semuanya dilakukan atas kerja sama, kolaborasi, teman-teman di Kabupaten/Kota baik dilakukan oleh instansi BPBD, TNI, Polri, dan beberapa instansi yang ada di pemerintah setempat begitu juga dengan komunitas relawan dan masyarakat di daerah tersebut,” jelas Indrayanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana

Sumber : Siaran Pers

Editor : Ajijah

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top