Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Subsidi Kedelai Diterima 169 Produsen Tahu dan Tempe Kudus

Pencatatan pembelian kedelai yang nantinya mendapatkan subsidi harga dimulai sejak bulan April 2022, sedangkan pencairannya diperkirakan bulan ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juli 2022  |  11:48 WIB
Subsidi Kedelai Diterima 169 Produsen Tahu dan Tempe Kudus
Perajin membuat tempe berbahan baku kedelai. - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, KUDUS - Seratusan produsen tahu dan tempe di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bersyukur setelah mendapatkan subsidi harga kedelai sebesar Rp1.000 per kilogram dari pemerintah, menyusul masih mahalnya harga kedelai impor saat ini.

"Untuk sementara yang tercatat ada 169 produsen tahu dan tempe yang masuk ke dalam anggota Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kudus yang mendapatkan pengganti harga jual kedelai sebesar Rp1.000/kg," kata Manajer Primkopti Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf di Kudus, Rabu (20/7/2022).

Ia mengungkapkan program subsidi tersebut untuk mengganti selisih harga jual kedelai impor yang saat ini memang masih tinggi berkisar Rp12.150/kg.

Pencatatan pembelian kedelai yang nantinya mendapatkan subsidi harga, kata dia, dimulai sejak bulan April 2022, sedangkan pencairannya diperkirakan bulan ini.

Besaran subsidi masing-masing produsen tahu dan tempe, imbuh dia, sesuai pembelian kedelai setiap harinya dengan menyesuaikan kebutuhan bahan baku untuk memproduksi tahu maupun tempe.

Suntono, salah satu produsen tempe di Kecamatan Jati, Kudus mengakui dirinya termasuk salah satu yang tercatat mendapatkan subsidi harga kedelai.

"Alhamdulillah ada bantuan dari pemerintah, sehingga meringankan beban perajin tempe maupun tahu karena kenaikan harga jual kedelai menjadi Rp12.000 sudah cukup lama," ujarnya.

Padahal, imbuh dia, harga sebelumnya berkisar Rp6.000/kg, namun secara bertahap terus naik hingga menjadi Rp12.000/kg. Sedangkan kebutuhan kedelai setiap harinya berkisar 120-an kilogram.

Ia memaklumi adanya kenaikan harga komoditas impor tersebut dengan mempertimbangkan berbagai faktor saat ini, namun toleransi kenaikan yang diinginkan berkisar Rp10.000/kg agar dirinya maupun perajin tahu dan tempe lainnya masih bisa untung.

Ia juga berharap ketersediaan komoditas impor tersebut tetap terjaga, meskipun terjadi fluktuasi harga yang hingga kini belum juga turun seperti sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kedelai kudus jateng

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top