Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkominfo Ajak Pelajar Semarang Beretika di Dunia Digital

Etika di dunia digital bisa membentuk karakter dan memberikan dampak positif dalam dunia kerja dan bermasyarakat.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 22 Juli 2022  |  15:33 WIB
Kemenkominfo Ajak Pelajar Semarang Beretika di Dunia Digital
Suasana webinar yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi kembali menggelar acara webinar Makin Cakap Digital 2022. Kali ini, webinar mengajak para murid di Kota Semarang untuk berdiskusi dengan tajuk ‘Etika Pelajar di Dunia Digital’. 

“Peningkatan penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat, guna,” jelas Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam sambutannya. 

Menanggapi hal tersebut, Zahrotul Umami selaku Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro, memaparkan pentingnya etika dalam bersosialisasi di dunia digital. Para pelajar mesti menjaga perilaku di dunia digital, misalnya dengan menjaga bahasa yang digunakan agar tidak menyinggung orang lain, menjaga privasi dengan tidak mengambil foto atau video orang lain tanpa izin, hingga tidak menyebarkan informasi yang tidak kredibel sumbernya. “Semua demi menjaga etika dalam bersosialisasi di dunia digital,” jelasnya. 

Tentunya, ada banyak hal yang bisa dilakukan guna menjaga perilaku di dunia digital. Untuk memudahkan, Dian Nafiatul Awaliah selaku Ketua IV Litbang Dewan Kesenian Daerah Demak & Sektor Penerbitan Komite Ekonomi Kreatif Demak menyampaikan tipsnya tentang 6R, yaitu respect, resilience, reasoning, responsible, rights, dan reputation. “Jika dibiasakan akan menjadi karakter dan memberikan dampak baik dalam dunia kerja dan bermasyarakat,” jelasnya kepada peserta webinar. 

Wuri Nugraeni, Pendiri Komunitas Gandjel Rel, menyebut Perilaku yang positif di dunia digital sendiri merupakan salah satu bentuk dari pengalaman nilai-nilai Pancasila.

“Nilai-nilai itu dapat tercermin dari menggunakan kata-kata yang sopan, memberi kritik yang sopan, menghargai perbedaan, menjaga privasi, mempertimbangkan sebelum mem-posting akankah merugikan orang lain, hingga bagaimana sebaiknya kita tidak meluapkan emosi di dunia digital,” jelasnya.  

Etika komunikasi itu menjadi penting, terlebih dengan Indeks Keadaban Digital atau Digital Civility Index Indonesia yang menurut Microsoft berada di peringkat 29 dari 32 negara. Buruknya literasi digital Tanah Air juga terlihat dari data UNESCO yang menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara dengan minat baca terendah. 

Dalam Webinar ini para peserta diharapkan dapat terbuka wawasannya. Para peserta diharapkan paham bahwa di dunia digital tidak hanya dirinya seorang diri tapi juga bersinggungan dengan orang lain. Oleh karena itu penting sekali para peserta paham untuk menjaga etika di dalam dunia digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siberkreasi jateng

Sumber : Siaran Pers

Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top