Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Cacar Monyet Belum Ditemukan di Semarang

Bila ditemukan cacar monyet pihaknya akan melakukan karantina terhadap orang yang dicurigai terpapar virus tersebut.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  16:16 WIB
Kasus Cacar Monyet Belum Ditemukan di Semarang
Ikustrasi vaksin cacar monyet (monkeypox). - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang memastikan belum menemukan adanya warga yang terpapar monkeypox atau cacar monyet.

"Cacar monyet termasuk virus juga. Kemarin sempat ada suspek tapi ternyata bukan dan sejauh ini belum ada," Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam, Senin (1/8/2022).

Meskipun belum ditemukan pihaknya tetap gencar melakukan beberapa pemeriksaan terhadap kasus baru yang masuk di Kota Semarang. "Kita juga terus berupaya, seandainya ada paparan kasus baru masuk ke Indonesia," tambahnya.

Menurutnya, bila ditemukan cacar monyet pihaknya akan melakukan karantina terhadap orang yang dicurigai terpapar virus tersebut, sembari melakukan pengecekan untuk memastikan benar terpapar penyakit cacar monyet.

"Pastinya kita akan melakukan karantina bagi yang bersangkutan, atau kasus suspek segera kita lakukan pemeriksaan sehingga ketauan dia cacar monyet," katanya.

Sebagai informasi pada 23 Juli lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan infeksi cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Kendati demikian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, bahwa kasus monkeypox atau cacar monyet belum terdeteksi di Indonesia. (k28)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cacar monyet semarang jateng
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top