Kenaikan BBM jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Jateng pada 2022

Kenaikan harga pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi di Jawa Tengah pada bulan Desember 2022.
Ilustrasi. Pengemudi ojek online mengisi BBM./Bisnis-Arief Hermawan P
Ilustrasi. Pengemudi ojek online mengisi BBM./Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, SEMARANG - Inflasi tahun ke tahun di Jawa Tengah pada Desember 2022 berada di angka 5,63 persen.

"Angka ini sangat mendekati apa yang disarankan, diperintahkan Bapak Presiden. Yaitu angka 6 persen. Jadi alhamduillah Jawa Tengah belum mencapai angka itu," ujar Arjuliwondo, Statisti Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Senin (2/1/2023).

BPS melaporkan bahwa secara month-to-month (m-to-m) atau bulanan, inflasi Jawa Tengah berada di angka 0,47 persen. Inflasi tertinggi di Jawa Tengah pada bulan Desember lalu terjadi di Kota Tegal. Di wilayah tersebut, Indeks Harga Konsumen dilaporkan mencapai 114,70 poin dengan inflasi di 0,61 persen.

Pergerakan inflasi tersebut boleh dibilang masih cukup terkendali. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri mengambil sejumlah langkah strategis untuk bisa mengendalikan lonjakan harga, khususnya jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin.

Jika dibandingkan dengan ibu kota provinsi lain di Pulau Jawa, inflasi di Kota Semarang berada pada posisi kedua terendah. Inflasi tertinggi pada bulan Desember 2022 dilaporkan terjadi di Kota Bandung dengan 2,04 persen (m-to-m). Adapun inflasi terendah dicatat Kota Serang dengan 0,42 persen (m-to-m).

Adapun dilihat dari angka inflasi tahun kalender, Kota Surakarta menjadi wilayah dengan angka inflasi tertinggi dengan 7,03 persen. Sementara itu, inflasi di Kota Semarang sebagai ibu kota provinsi masih relatif terkendali. Tepatnya dengan angka inflasi bulanan di 0,45 persen dan inflasi tahun kalender di 4,99 persen.

Arjuliwondo menjelaskan kenaikan harga pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi di Jawa Tengah pada bulan Desember 2022. "Yang menyumbang sebesar 1,52 persen. Diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa, itu sebesar 0,78 persen," jelasnya.

Adapun jika melihat data inflasi sepanjang tahun kalender 2022, kenaikan harga pada komoditas bahan bakar minyak menjadi penyumbang utama inflasi di Jawa Tengah. Dari angka 5,63 persen angka inflasi tahun kalender di Jawa Tengah, kenaikan harga bensin menyumbang inflasi sebesar 1,4854 persen.

"Disamping bensin, penyumbang inflasi kedua adalah beras. Pada tahun ini, beras menyumbang inflasi selama tahun 2022 itu sebesar 0,3377 persen. beras ini mengalami kenaikan pada bulan Januari, September, dan Desember," jelas Arjuliwondo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper