Inflasi di Yogyakarta Terendah Se-Pulau Jawa pada April 2023

Pengeluaran transportasi jadi inflasi terbesar di Kota Yogyakarta. Namun dari andilnya, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau masih mendominasi.
Suasana Jl Malioboro, Yogyakarta./JIBI
Suasana Jl Malioboro, Yogyakarta./JIBI

Bisnis.com, SEMARANG - Kota Yogyakarta menjadi ibu kota provinsi di Pulau Jawa dengan angka inflasi terendah pada bulan April 2023. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi secara month-to-month (mtm) di Kota Yogyakarta berada di 0,22 persen.

"Secara series mtm, kondisi atau perkembangan inflasi untuk Kota Yogyakarta ini untuk posisi April ini lebih rendah dibandingkan Maret lalu dan tercatat selama tahun 2023 untuk Kota Yogyakarta selalu mengalami inflasi," jelas Kepala BPD Provinsi DI Yogyakarta, Herum Fajarwati, Selasa (2/5/2023).

Herum menjelaskan bahwa andil terbesar inflasi pada bulan April 2023 berasal dari kelompok pengeluaran transportasi. Inflasi pada kelompok pengeluaran tersebut mencapai 0,69 persen dengan andil 0,10 persen terhadap angka inflasi. Dari komoditasnya, pergerakan harga angkutan udara pada periode April 2023 punya andil besar bagi laju inflasi di Kota Yogyakarta.

"Pada bulan April ini khusus angkutan udara mengalami inflasi 5,28 persen dan memberikan andil 0,07 persen. Ini kondisinya lebih rendah dibandingkan dengan bulan Maret 2023, bulan sebelumnya, yang mengalami inflasi 9,53 persen dan memberikan andil 0,12 persen," jelas Herum dalam konferensi pers yang digelar secara daring.

Pergerakan harga angkutan udara di Kota Yogyakarta juga tak bisa dilepaskan dari momen Ramadan dan Idulfitri. Herum menyebut, momen tersebut itu berdampak pada peningkatan kebutuhan transportasi masyarakat. Tak hanya moda transportasi udara, hal yang sama juga terjadi pada moda transportasi darat seperti kereta api. "Untuk tarif kereta api ini mengalami kenaikan 2,59 persen dan memberikan andil terhadap total inflasi sebesar 0,02 persen," jelasnya.

Secara agregat, kelompok pengeluaran transportasi memang mencatat inflasi terbesar di Kota Yogyakarta pada April 2023. Namun demikian, Herum menambahkan, kontribusinya masih kalah dengan andil kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. "Ini karena bobot kelompok makanan, minuman, dan tembakau lebih besar dibandingkan 10 kelompok pengeluaran yang lain," jelasnya.

Sebagai informasi, pada April 2023, inflasi di tingkat nasional berada di angka 0,33 persen (mtm). Kelompok pengeluaran transportasi memberikan andil terbesar pada inflasi April 2023 di tingkat nasional. Adapun di ibu kota provinsi yang berada di Pulau Jawa, perkembangan tarif angkutan serta harga komoditas makanan jelang momen Idulfitri menjadi penyebab inflasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper