Kadin Jateng Dorong Implementasi Ekonomi Rendah Karbon

Ekonomi hijau berpeluang menciptakan peluang baru. Lebih daripada itu, penerapan konsep itu juga bakal berdampak positif pada lingkungan hidup.
Harry Nuryanto Soediro, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, dalam diskusi yang digelar di Kota semarang pada Kamis (15/6/2023)./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.
Harry Nuryanto Soediro, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah, dalam diskusi yang digelar di Kota semarang pada Kamis (15/6/2023)./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.

Bisnis.com, SEMARANG - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menyebut Jawa Tengah sebagai tempat investasi yang masih menjanjikan.

Klaim tersebut didasarkan pada melimpahnya potensi bisnis yang ada di wilayah tersebut. Tak terkecuali peluang usaha pada sektor ekonomi hijau.

Ekonomi hijau dinilai sebagai jalan tengah antara kegiatan usaha dengan aspek keberlanjutan lingkungan.

Menurut Harry, keduanya mesti berjalan seiringan. "Kami mengajak semua stakeholder untuk bisa berkontribusi dalam memperhatikan dan menjaga lingkungan dengan cara yang seimbang," ucapnya dalam diskusi yang digelar di Kota Semarang, Kamis (15/6/2023).

Konsep ekonomi hijau sendiri kian populer terlebih setelah presidensi Indonesia di G20 pada 2022 lalu. Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia bakal mendorong implementasi ekonomi hijau di Tanah Air.

Hal yang sama juga disampaikan Presiden Joko Widodo ketika membuka pameran inovasi dan teknologi internasional di Hannover, Jerman, pada April 2023 lalu.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menyebut adaptasi ekonomi hijau bakal membuka peluang usaha baru yang pada akhirnya bakal membuka lapangan kerja baru di Jawa Tengah.

"Seperti energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, dan pariwisata ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Jawa Tengah secara bijak dan berkelanjutan," jelasnya.

Ferry menyebut, salah satu implementasi ekonomi hijau yang bisa dijangkau dalam waktu dekat adalah melalui pembangunan rendah karbon.

Menurut politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu, pembangunan rendah karbon bisa menjadi langkah transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Pembangunan rendah karbon sendiri dapat diturunkan ke dalam beberapa upaya. Di Jawa Tengah misalnya, pembangunan rendah karbon meliputi upaya pemulihan lahan berkelanjutan, penanganan limbah dan penerapan ekonomi sirkular, pengembangan industri hijau, penurunan emisi karbon di kawasan pesisir dan laut, serta pembangunan energi berkelanjutan.

Adapun sejumlah potensi ekonomi hijau di Jawa Tengah sudah mulai digarap di beberapa daerah. Misalnya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Banyumas hingga pemanfaatan sampah sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Semarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper