Investasi Penanaman Modal Asing Tahun 2023 di Jateng Turun

Kumulatif realisasi investasi di Jawa Tengah pada 2023 mencapai Rp77,02 triliun, naik sekitar Rp10 triliun.
Poster Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). /Dok. DPMPTSP Kabupaten Batang
Poster Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). /Dok. DPMPTSP Kabupaten Batang

Bisnis.com, SEMARANG — Realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Tengah pada tahun 2023 mengalami penurunan.

"Yang naik itu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Untuk yang PMA memang ada penurunan, meskipun sebetulnya Jawa Tengah ini masih menjadi provinsi favorit dari sektor padat karya," jelas Sakina Rosellasari, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Jumat (26/1/2024) sore.

Sakina menjelaskan, sepanjang tahun 2023 realisasi PMA di Jawa Tengah mencapai angka Rp23,14 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar Rp10 triliun dari realisasi tahun 2022 lalu.

Adapun secara kumulatif realisasi investasi di Jawa Tengah pada 2023 mencapai Rp77,02 triliun. Dilihat dari tren tahunan, realisasi investasi di Jawa Tengah hanya tumbuh sekitar Rp10 triliun dari angka tahun 2022 yang mencapai Rp68,41 triliun.

Namun di sisi lain, Sakina menyebut ada pertumbuhan penyerapan tenaga kerja yang signifikan dari realisasi investasi di tahun 2023."Tenaga kerja ini sangat signifikan, karena kami tadi menyampaikan adanya dominasi untuk PMA itu di alas kaki yang menyerap tenaga kerja banyak. Disamping ada sektor lain yang menyerap tenaga kerja banyak seperti apparel, tekstil, ini jumlahnya naik signifikan," jelas Sakina dalam konferensi persnya.

Sakina melanjutkan, jumlah proyek investasi yang digarap sepanjang tahun 2023 juga mengalami pertumbuhan. Dari total 19.374 proyek di tahun 2022, tahun 2023 lalu Jawa Tengah mencatat 43.080 proyek investasi.

Menurut Sakina, data tersebut menunjukkan karakteristik investasi di Jawa Tengah yang masih padat karya atau labour intensive. "Belum bergerak ke capital intensive sector," tambahnya.

Adapun kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah masih menjadi favorit investor sepanjang tahun 2023. Dimana Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Batang menduduki peringkat tiga besar wilayah dengan realisasi investasi tertinggi se-Jawa Tengah.

Sakina berharap, pemerataan realisasi investasi bisa terjadi di Jawa Tengah. "Kami tetap mempromosikan semua 35 kabupaten dan kota untuk kemudian investasi masuk. Karena kami melihat ada beberapa daerah yang sebetulnya sudah untuk dijangkau, tidak ada tol, tapi menjadi favorit. Seperti Kabupaten Jepara dan Kabupaten Rembang," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper