Kendal jadi Primadona Investasi Asing Meski UMK Tertinggi Ketiga di Jawa Tengah

Wilayah Kendal menjadi tujuan utama investasi asing di Jawa Tengah meski kabupaten ini memiliki upah minimum kabupaten (UMK/UMR) tertinggi kedua di provinsi.
Maket Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah./Jababeka.com
Maket Kawasan Industri Kendal di Jawa Tengah./Jababeka.com

Bisnis.com, SEMARANG - Kabupaten Kendal menjadi wilayah dengan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Jawa Tengah pada 2023 lalu meski memiliki upah minimum kabupaten (UMK) tertinggi kedua.

Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Nomor 561/0017430 tentang Struktur dan Skala Upah Perusahaan di Jawa Tengah tahun 2024, UMK Kendal adalah Rp2.613.573. Sedangkan kota kabupaten dengan UMK tertingi di Jawa Tengah adalah Kota Semarang dengan upah minimum sebesar Rp3.243.969.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, mencatat ada Rp4,8 triliun investasi PMA yang masuk ke Kabupaten Kendal pada 2023.

Head of Marketing & Sales Kawasan Industri Kendal (KIK), Juliani Kusumaningrum, mengungkapkan bahwa investor asal China mendominasi sebagian besar tenant di kawasan tersebut.

"Kebanyakan dari China. Kalau misalkan datang dari Vietnam, itu biasanya perusahan China yang sudah punya pabrik eksisting di Vietnam," jelasnya saat dihubungi Bisnis, pada Selasa (30/1/2024).

KIK sendiri tengah mengincar investor pada beberapa sektor yang dinilai prospektif. Misalnya sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), ekonomi sirkular, juga sektor otomotif. Untuk yang terakhir, Juliani menyebut tren investor sudah mulai terlihat sejak akhir 2023 lalu.

"[Sektor otomotif] mulai terlihat sebagai 4 terbesar sektor industri di KIK. Itu menurut saya, karena otomotif punya supply chain yang banyak. Prediksi kami, akan mulai berdatangan PMA dari sektor itu," jelas Juliani.

Lebih lanjut, investor dari sektor otomotif yang disasar tersebut terbagi ke dalam dua segmen. Pertama, mereka yang sudah punya fasilitas produksi di Jawa Barat dan mempunyai kebutuhan untuk melakukan ekspansi dalam jangka panjang. Segmen kedua, investor PMA yang memang baru menginjakkan kakinya di Indonesia.

"Jawa Tengah menjadi pertimbangan karena ada insentif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kalau mereka mau kirim ekspor, mau di Jawa Barat atau Jawa Tengah tidak ada masalah," jelas Juliani.

Sebelumnya, Sakina Rosellasari, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa keberadaan KIK sebagai salah satu faktor moncernya realisasi investasi PMA di Kabupaten Kendal.

"Kemudian ada Kabupaten Batang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan seterusnya," ucapnya dalam konferensi pers yang digelar beberapa waktu lalu.

Adapun dilihat dari besarannya, investor asal Singapura tercatat menjadi penyumbang realisasi investasi PMA terbesar di Jawa Tengah pada tahun 2023. Dilanjutkan oleh Korea Selatan, China, Hongkong, dan Jepang.

"Jepang awalnya menempati peringkat pertama. Tetapi seiring sudah selesainya proyek energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang dan Jepara, selanjutnya [masuk tahap] operasional, jadi kemudian turun nilai investasinya," jelas Sakina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Halaman
  1. 1
  2. 2
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper