PILGUB JATENG 2018 : Sudirman Said, Persoalan Tak Selesai dengan Swafoto

Oleh: Newswire 17 April 2018 | 07:34 WIB
Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Tengah Sudirman Said (kedua kiri)-Ida Fauziyah (kiri) dan Ganjar Pranowo (kedua kanan)-Taj Yasin (kanan) mendeklarasikan Kampanye Damai Pilkada Jateng 2018 di Kompleks KPU Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/2). Kedua pasangan peserta Pilkada Provinsi Jateng mendeklarasikan berkampanye damai, antihoax, antipolitisasi SARA, dan antipolitik uang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, SEMARANG - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menilai berbagai persoalan di provinsi ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan swafoto atau selfie dan kemudian mengunggahnya di media sosial.

"Selesaikan persoalan bukan dengan selfie, tetapi pahami kepentingan masyarakat," kata Sudirman di Semarang, Senin (16/4/2018).

Selain itu, lanjut dia, dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi harus masuk ke dalam persoalan dan tidak semata di permukaan.

Menurut Sudirman salah satu hal yang dihadapi Jawa Tengah saat ini yakni persoalan manajerial dalam kepemimpinan. Dia menilai banyak program kerja yang bagus namun kedodoran dalam eksekusinya karena pemimpinnya tidak memiliki kemampuan manajerial.

"Programnya baik, tapi eksekusinya kedodoran, ini persoalan manajerial," kata mantan Menteri ESDM ini.

Oleh karena itu, lanjut dia, persoalan yang dihadapi Jawa Tengah tidak bisa diselesaikan hanya dengan foto-foto, selfie yang kemudian diunggah di media sosial.

Dikatakan, masyarakat jangan terjebak dalam pencitraan yang dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Sudirman pun menjelaskan perbedaan antara pencitraan dan reputasi.

"Reputasi dibangun dalam jangka panjang, bisa dilacak, dan dipertanggungjawabkan kepada publik. Sementara, pencitraan merupakan bungkus yang tidak menggambarkan fakta yang sesungguh," ujar Sudirman lagi.

Terpisah calon Wakil Gubernur Ida Fauziyah menambahkan dalam membangun Jawa Tengah harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dia melihat peran perguruan tinggi untuk turut serta dalam menangani persoalan provinsi ini.

"Selama ini kampus tidak pernah diajak bicara untuk ikut dalam mencari solusi mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi," kata mantan Ketua Umum Fatayat ini.

Sumber : Antara

Editor: Nancy Junita

Berita Terkini Lainnya