Batik Pekalongan Jadi Tren Busana Lebaran, Permintaan Diprediksi Melonjak

Oleh: Alif Nazzala Rizqi 18 April 2018 | 17:54 WIB
Batik Pekalongan Jadi Tren Busana Lebaran, Permintaan Diprediksi Melonjak
Maria Eunike, pemilik Batik Benang Ratu memamerkan koleksi batik miliknya, Rabu (18/4/2018)./Bisnis- Alif Nazzala Rizqi

Bisnis.com, SEMARANG – Batik Pekalongan diyakini menjadi primadona belanja pakaian menjelang Lebaran 2018. Pemilik toko batik di Semarang pun mulai menambah stok dagangan, karena penjualan diproyeksikan meningkat dua kali lipat dari hari biasa.

Menjelang lebaran tren masyarakat yang membeli batik semakin meningkat. Pasalnya pada saat hari raya banyak sekali masyarakat membeli batik yang digunakan untuk berkunjung ke beberapa kerabat. Melihat peluang tersebut banyak muncul industri batik baru salah satunya di Kota Semarang.

Maria Eunike, pemilik Batik Benang Ratu Semarang,  menuturkan saat ini bisnis penjualan batik semakin meningkat terutama menjelang lebaran. Sebab, momentum lebaran harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperoleh banyak keuntungan.

"Kami saat ini tengah bersiap menghadapi lebaran dengan banyak menghadirkan beberapa motif batik baru yang kini sedang menjadi tren di tahun 2018. Untuk tahun ini motif yang sedang banyak diminati yakni burung dan bunga dengan corak emas," katanya saat meresmikan toko batik miliknya di Jalan Setiabudi Semarang Rabu (18/4/2018). 

Toko Benang Ratu lanjut dia mempunyai 4 cabang di Semarang dan Yogyakarta dengan mengusung batik asli Pekalongan. Menurutnya batik Pekalongan memiliki ciri khas yang unik seperti banyaknya gambar burung yang indah di tiap goresannya.

Dikatakan Maria untuk menghadapi lebaran nanti diperkirakan penjualan batik akan meningkat 2 kali lipat. Maka dari itu pembaruan terus dilakukan agar masyarakat bisa memilih motif yang sesuai dengan selera konsumen.

"Nanti saat lebaran kami memperkirakan penjualan akan naik signifikan mencapai 2 kali lipat dibandingkan hari biasa. Dan kini kami sedang memperbanyak stok batik agar tidak mengalami kekurangan jelang lebaran 2 bulan mendatang," ujarnya.

Untuk batik kata Maria langsung didatangkan dari Pekalongan tanpa melalui distributor. Sebab, Benang Ratu mempunyai satu desa khusus yang kebanyakan pekerjanya menjadi perajin batik untuk disetorkan ke Semarang dan Jogja.

Sementara itu, sebuah batik Benang Ratu membanderol mulai dari 40.000 sampai jutaan rupiah tergantung dengan besar dan sulitnya motif yang dikerjakan. 

Editor: Sutarno

Berita Terkini Lainnya