Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Dolar di Yogyakarta Mengalami Peningkatan Transaksi

Kurs jual USD mencapai Rp13.940 sejak tiga hari belakangan.
Salsabila Annisa Azmi/JIBI
Salsabila Annisa Azmi/JIBI - Bisnis.com 12 Maret 2018  |  11:39 WIB
Penjualan Dolar di Yogyakarta Mengalami Peningkatan Transaksi
Antrean orang yang sibuk melakukan transaksi jual beli mata uang di PT. Barumun Abadi Raya Money Changer Malioboro, Senin (12/3/2018). - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, YOGYAKARTA—Kurs jual USD mencapai Rp13.940 sejak tiga hari belakangan. Menurut beberapa pedagang money changer, tren kenaikan kurs jual USD terjadi sejak sebulan lalu. Peningkatan transaksi penjualan USD pun terpantau meningkat.

EDP Mulia Money Changer Malioboro, Riaji Fathurrahman mengatakan sejak sebulan terjadi peningkatan penjualan dolar oleh domestik. "Penjualan USD ada kenaikan tetapi tidak terlalu signifikan. Rata-rata jumlah transaksi penjualan per hari tidak sampai 100 orang," kata Riaji, Senin (12/3/2018).

Riaji mengatakan secara keseluruhan mata uang, prosentase penjualan mata uang asing lebih besar daripada pembelian mata uang asing. Prosentase penjualan sebesar 60% sedangkan pembelian sebesar 40%.

Teller PT Barumun Abadi Raya Money Changer Malioboro, Helmy, mengatakan saat ini rupiah melemah tidak hanya terhadap USD saja. Namun juga Euro, Yen, dan Singapore Dollar.

"Ada peningkatan penjualan mata uang asing oleh domestik. Kalau hanya penjualan USD saja, transaksi penjualan per hari tidak sampai 100 orang," kata Helmy.

Lebih jauh Helmy mengatakan apabila transaksi penjualan USD, Yen dan Euro digabung, jumlah transaksi bisa mencapai lebih dari 100 orang. Terlebih saat memasuki musim liburan, jumlah transaksi penjualan mencapai lebih dari 150 orang.

Helmy mengatakan prosentase penjualan dan pembelian mata uang asing saat ini berada dalam prosentase yang sama. "Penjualan 50% dan pembelian 50%. Kalau di sini banyak juga yang beli mata uang Asia, seperti Singapura, Thailand dan Jepang," kata Helmy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ktp-el
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top