Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Semarang Gandeng Grab & OVO

Transemarang menambah inovasi untuk pembayaran non tunai dengan menggandeng Grab dan Ovo guna memudahkan pengguna jasa melakukan transaksi dalam pembayaran tiket.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 09 April 2018  |  18:48 WIB
Aplikasi taksi daring, Grab - Antara
Aplikasi taksi daring, Grab - Antara

Bisnis.com, SEMARANG - Transemarang menambah inovasi untuk pembayaran non tunai dengan menggandeng Grab dan Ovo guna memudahkan pengguna jasa melakukan transaksi dalam pembayaran tiket.

Kerjasama antara Trans Semarang, grab dan Ovo telah diresmikan oleh walikota semarang Hendrar Prihadi. Penandatanganan ketiga pihak dilaksanakan di sela-sela acara Momen Apresiasi Mitra Grab Semarang di hadapan ribuan mitra pengemudi Grab bertempat di halaman Balaikota Semarang Senin (9/4/2018)

Hendrar Prihadi, Walikota Semarang mengatakan melalui kerja sama strategis dengan Grab diharapkan dapat membuka lebih banyak akses kepada pelanggan dan masyarakat semarang kepada jenis transportasi lainnya sebagai bagian dari usaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Selain itu lanjut dia kerja sama dengan OVO akan memberikan opsi pembayaran yang cepat, mudah serta cashless kepada pelanggan Trans Semarang. Kota Semarang sangat terbantu dengan adanya Grab sebagai armada berbasis aplikasi online dan OVO sebagai opsi pembayaran cashless di terminal yang membuat nilai plus dari para pelanggan.

Pada 2016, 2017 dan 2018 hingga Maret, persentase transaksi nontunai belum mencapai satu persen dari total transaksi selama setahun. Pada 2016 lalu, transaksi nontunai di angka 0,81% atau senilai Rp126,225 juta, dari total transaksi sebesar Rp22,227 miliar. Sementara pada 2017 lalu, persentasenya bertambah menjadi 0,83% atau Rp184,829 juta dari total transaksi sebesar Rp22,314 miliar.

Tahun ini hingga Maret, dari data BLU UPTD Trans Semarang, jumlah penumpang yang membayar tiket secara nontunai sebanyak 16.176 orang dari total penumpang 2.401.236 orang. Adapun nilai transaksi nontunai sebesar Rp39,854 juta, dari total sebesar Rp6,296 miliar, atau 0,63%.

Sementara itu, PLT Ka.BLU Uptd Transsemarang Ade Bhakti menuturkan Trans Semarang terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan menambah satu lagi pilihan kemudahan yang kami berikan kepada pengguna jasa untuk melakukan transaksi di trans semarang.

Dikatakan Ade untuk melengkapi beberapa pilihan yg sudah ada smartcard, Tapcash, brizzi, dan Tcash. Menurutnya transaksi dapat dilakukan dengan smartphone yang dmiliki penumpang dengan menunjukan QR Code OVO mereka kepada petugas kami.

"Harapan kami dengan berbagai macam pilihan yang kami sediakan pengguna jasa mulai beralih ke transaksi non tunai karena memang dengan non tunai jauh lebih cepat dan lebih mudah," tambahnya.

Ade menambahkan, Kerja sama Grab di bidang transportasi bersama Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan pengalaman tanpa hambatan di seluruh halte Trans Semarang. Kerja sama ini memberikan kemudahan bagi para penumpang yang tiba di halte Trans Semarang.

"Para penumpang kini dapat memilih lokasi seluruh halte Trans Semarang di aplikasi Grab, melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi GrabShelter dan langsung memesan layanan transportasi aman dan nyaman lewat GrabCar maupun GrabBike," ucapnya.

Ongki Kurniawan, managing Direvtor Grabpay indonesia menuturkan komitmen grab adalah untuk senantiasa berinovasi dan menemukan beragam cara untuk memberikan layanan terpercaya dan relevan bagi para konsumen di seluruh Indonesia, termasuk Semarang.

"Kerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang akan memberikan kemudahan akses berbagai jenis transportasi first and last mile yang dapat terintegrasi dan dinikmati oleh pelanggan Trans Semarang. Selain mengaktifkan seluruh lokasi halte Trans Semarang di dalam aplikasi Grab, dengan adanya GrabShelter di halte Trans Semarang kedepannya dapat mendukung Pemerintah Kota Semarang untuk menyediakan pengalaman konektivitas tanpa batas [seamless connectivity] kepada pelanggan," tuturnya.

Pada saat yang sama, PT Visionet Internasional (OVO), sebagai platfrom pembayaran digital, loyalty points dan layanan finansial terdepan di Indonesia, juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang dalam menyediakan opsi pembayaran dan tiket bagi para penumpang di seluruh halte Trans Semarang.

"Ke depannya melalui kerja sama ini para penumpang akan mendapatkan kemudahan dan opsi lain dalam melakukan pembayaran tiket Trans Semarang secara cashless/non-tunai yang lebih simple, instan, dan aman dengan menggunakan aplikasi OVO," katanya.

Adrian Suherman, Direktur Utama OVO mengungkapkan kerja sama ini merupakan salah satu bentuk inisiatif OVO untuk membangun budaya pembayaran transaksi elektronik untuk mewujudukan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT), dimulai dengan pengalaman pembayaran digital yang simple dan aman dengan OVO.

"Sejak diluncurkan, OVO telah melakukan banyak kerja sama dengan berbagai industri, salah satunya transportasi, salah satu aspek penting yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Saat ini OVO sudah memiliki 9.5 juta basis pengguna dan ke depannya kami yakin antusiasme masyarakat akan pembayaran digital akan terus bertumbuh. Karena itu kami juga mempersiapkan diri untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat akan layanan dan akses OVO yang luas dan tersedia di semua tempat, salah satunya dengan hadir di titik-titik halte Trans Semarang," ujarnya.

Menurut Adrian penandatanganan kerja sama diantara ketiga pihak ini merupakan bentuk dari komitmen bersama Grab dan OVO untuk tidak hanya menyediakan layanan transportasi yang nyaman, aman dan terjangkau tetapi juga pembayaran cashless bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Semarang.

"Setelah penandatanganan kerja sama ini, kedepannya penumpang Trans Semarang dapat menikmati fitur GrabCar, GrabBike maupun GrabNow yang akan mempermudah pemesanan. Penumpang cukup dengan mengunjungi titik penjemputan Grab atau GrabShelter yang terletak di halte Trans Semarang. Penumpang tentunya akan mendapatkan tarif Grab sesuai aplikasi yang sudah disetujui di awal dan memberikan kepastian harga yang terjangkau," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemkot semarang Grab Taxi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top