Peredaran Uang Palsu Kerap Bidik Solo, Tegal & Purwokerto

Ramadan dan hari raya Idul Fitri merupakan saat yang tepat bagi oknum yang ingin mengedarkan uang palsu sehingga masyarakat haruslah jeli.
Alif Nazzala Rizqi | 25 Mei 2018 13:13 WIB
Polisi menata uang palsu sebelum dimusnahkan dengan menggunakan mesin pencacah, di Ditreskrimsus Polda Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/2). - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, SEMARANG - Polda Jawa Tengah meminta, masyarakat untuk mewaspadai adanya peredaran uang palsu menjelang hari raya Idul Fitri nanti. Pasalnya, nanti menjelang hari raya perputaran uang semakin banyak dan masyarakat harus jeli dalam mengantisipasi adanya uang palsu.

Kapolda Jateng Condro Kirono menuturkan, bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri merupakan saat yang tepat bagi oknum yang ingin mengedarkan uang palsu sehingga masyarakat haruslah jeli.

"Ini kan perputaran uang banyak, bisa saja ada uang palsu. Ini harus diantisipasi dengan dilihat, diraba, diterawang. Jika menemukan uang palsu masyarakat bisa langsung melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti," kata Condro Jumat (25/5/2018).

Menurut Condro, selama Ramadan tahun ini belum ada laporan terkait temuan atau pengedar uang palsu. Untuk itu, dia meminta bagi masyarakat yang melakukan transaksi di pusat perbelanjaan, terminal dan tempat umum lainnya.

"Memang selama ini belum ada laporan mengenai uang palsu, namun anggota sudah bersiaga untuk memantau adanya peredaran uang palsu di pusat keramaian," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengatakan, sampai April 2018, uang palsu yang ditemukan sebanyak 10.086 lembar.

"Mayoritas uang palsu ditemukan di Kantor Perwakilan Provinsi Jateng yakni 37% mengingat kota Semarang sebagai pusat perekonomian Jawa Tengah," paparnya.

Sementara pangsa uang palsu di kota lain adalah Solo (21%), Purwokerto (19%) dan Tegal (22%). Secara nominal uang palsu yang banyak ditemukan dalam pecahan Rp100.000 sebanyak 66,08% diikuti pecahan Rp50.000 sebanyak 31,01% sedangka uang palsu pecahan lain memiliki pangsa masing-masing kurang dari 2%.

Tag : jawa tengah, uang palsu
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top