REI Jawa Tengah Bakal Bangun 9.000 Rumah bagi Prajurit

REI menargetkan membangun 9.000 rumah untuk para prajurit TNI di Jateng sepanjang 2019.
Alif Nazzala Rizqi | 12 Februari 2019 14:52 WIB
Sekjen DPP REI Paulus Totok Lusida (memukul gong) saat membuka Diklat DPD REI Jateng di Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala R.

Bisnis.com, SEMARANG – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jawa Tengah menjajaki kerja sama dengan TNI untuk pembuatan rumah tinggal.

Adapun, REI menargetkan membangun 9.000 rumah untuk para prajurit TNI di Jateng sepanjang 2019.

Ketua DPD REI Jateng MR Prijanto mengatakan, jika pengembang sangat tertarik membuat rumah untuk anggota TNI. Pasalnya, saat ini para anggota TNI telah mempunyai Tabungan Wajib Perumahan (TWP) untuk membeli rumah.

"Kami telah bekerjasama dengan para anggota TNI untuk membuatkan rumah. Sedangkan untuk pembayaran diambilkan dari TWP yang mereka punya," kata Prijanto saat pembukaan Diklat DPD REI Jateng, Selasa (12/2/2019).

Dia menjelaskan, jika saat ini sudah sepakat untuk membangun 400 unit rumah bagi para anggota TNI di Kabupaten Magelang. Sementara daerah lain menyusul karena program ini sangat bagus.

Prijanto menuturkan, untuk rumah yang akan dibangun yakni tipe 36 dan 72 dengan harga diatas Rp185 juta. Ini merupakan peluang bagus bagi para pengembang khususnya anggota REI Jateng.

"Saat ini memang baru Magelang yang sudah deal untuk dibangun rumah bagi anggota TNI. Untuk daerah lain di Jateng akan menyusul," katanya.

Sebelumnya, Soelaeman Soemawinata, Ketua Umum REI menuturkan tiga usulan ini telah disampaikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai ketua Tim Pengembangan Perumahan bagi ASN, TNI dan Polri.

Ketiga usulan ini diharapkan dapat diakomodir dalam aturan yang sedang dirancang di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Kami mengusulkan beberapa hal mendasar. Bagaimana perumahan ASN, TNI dan Polri ini bisa diwujudkan," kata Soelaeman beberapa waktu lalu.

Usul yang disampaikan REI ini yakni, pertama, berupa pengurangan pajak. Soelaeman menyebutkan dalam aturan saat ini, hanya rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diberikan pembebasan PPN. Aturan yang sama diharapkan juga diberikan bagi rumah untuk aparatur negara ini.

"Kami usulkan untuk rumah non MBR juga dipadukan dengan peraturan menteri keuangan rumah MBR. Kami mengusulkan PMK berlaku namun untuk rumah di atas MBR kami usulkan [pajak yang digunakan sebagai dasar perhitungan hanya] selisihnya," kata Soelaeman.

Usulan lainnya yang disampaikan REI kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yakni seluruh aparatur negara yang mengajukan permohonan rumah langsung disetujui tanpa mekanisme resmi dalam aturan pembiayaan perbankan.

"Mereka, ASN, TNI dan Polri kan dijamin negara, jadi ya langsung saja [disetujui]," katanya.

Sedangkan usulan ketiga dari REI yakni mengenai rumah kosong dikecualikan bagi ASN.

Tag : perumahan, rei jateng
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top